Home / Peristiwa / Abah Uhel : Kalau Benar DPP Telah Menentukan, Buat Apa Kita Gelar Musda

Abah Uhel : Kalau Benar DPP Telah Menentukan, Buat Apa Kita Gelar Musda

BERITAKINI talentafmnews.com, LOMBOK TENGAH – Kalau benar DPP telah menentukan siapa yang menjadi Ketua DPD I Golkar NTB, buat apa menggelar Musyawarah Daerah.

Demikian jawaban HM.Suhaili,FT.SH pada Jumat 17/7/2020, menanggapi pertanyaan wartawan terkait dengan berbagai isu terkait dengan Musyawarah Daerah (Musda) DPD I Golkar NTB yang rencana digelar akhir Juli 2020 ini.

Abah Uhel, sapaan akrab Ketua DPD I Golkar NTB ini lebih jauh mensinyalir, ada oknum yang menghembuskan isu kalau dirinyalah yang ditentukan DPP sebagai ketua DPD I Golkar NTB.

“Itu hanya oknum yang menghembuskan suara-suara seperti itu. Golkar ini partai besar dengan AD/ART yang harus dijalani oleh semua kader. Ada aturanya semuanya,”katanya.

Semua kader partai lanjut Abah Uhel, berhak untuk mencalonkan diri sebagai ketua asalkan telah memenuhi syarat sesuai dengan AD/ART partai.

Sejak dulu dan dimanapun dan sampai kapanpun lanjut Abah Uhel, dirinya selalu mengatakan, kalau apapun langkah kader asal masih dalam aturan yang ada, itu adalah hal yang biasa.

“Jadi jangan anggap ini sebagai sebuah peperangan yang luar biasa, ini biasa dalam dinamika hidup berpartai. Apa lagi ada beberapa kader (yang mau maju jadi ketua DPD I Golkar NTB-red) hal yang wajar,”tandasnya.

Sekali lagi Abah menandaskan, bahwa sesuai dengan mekanisme partai, setiap kader berhak untuk mencalonkan diri dan berhak untuk dicalonkan san berhak untuk memilih.

Ditegaskan soal adanya isu bahwa DPP menginginkan salah satu kader sebagai Ketua Golkar NTB berikutnya, sementara sebagian besar DPD menginginkan dirinya tetap menjabat ketua, Abah Uhel menyatakan itu maunya oknum.

“Kalau maunya oknum ya begitu, tetapi organisasi ya ndak sih. Kalau memang DPP berpihak ngapain ada Musda. Rasional ndak? Kan ada perintah Musda dari DPP,”tandas Abah Uhel.

Dan dirinya lanjut Abah Uhel, malah diminta untuk maju oleh Ketua Umum DPP Golkar untuk maju dalam Musda tersebut.

DPP jelas Abah Uhel, memiliki satu suara dan dalam syarat yang telah ditentukan, bakal calon yang boleh dicalonkan harus didukung oleh sekian persen dari total jumlah suara.

Aklamasi imbuh Abah Uhel, bukan berarti tidak dipilih, namun bila 50 persen pada salah satu calon dan tidak mesti 100 persen suara pada salah satu calon.

Kepanitiaan Musda telah dibentuk dan lokasi Musda dipilih di kawasan The Mandalika Kuta dengan berbagai pertimbangan salah satunya, lokasinya strategis dan paling dekat dengan bandara.

“Disamping itu, kita pilih wilayah yang mendekati hijau covid-19, tidak ada pertimbangan lainya,”jelasnya.

Terkait dengan kepanitiaan yang dinilai sebagai orang-orang dirinya, Abah Uhel menyatakan, bahwa hal itu tidak benar dan semua masih dalam koridor aturan partai.

About Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published.