Home / Beritakini / Ada Titik Terang Soal Buruh Raja Hotel, Setelah Difasilitasi SWIM Dan Polsek

Ada Titik Terang Soal Buruh Raja Hotel, Setelah Difasilitasi SWIM Dan Polsek

BERITAKINI talentafmnews.com Lombok Tengah – Permasalahan buruh Raja Hotel di Kuta Lombok Tengah NTB, akhirnya ada titik terang setelah pengurus Soliditas Warga Inter Mandalika (SWIM) bersama Polsek setempat melakukan fasilitasi.

Titik terang tersebut, dicapai setelah SWIM menindak lanjuti aduan kelompok pekerja Raja Hotel yang menyebut belum diberi upah.

Ketua SWIM, Lalu Alamin dan beberapa koordinator desa berkoordinasi dengan Polsek Kuta untuk proses mediasi dengan pihak manajemen konstruksi Raja Hotel.

Komunikasi dan koordinasi multipihak yang intensif antara SWIM, Polsek Kuta, manajemen konstruksi Raja Hotel, subkontraktor dan perwakilan pekerja akhirnya berhasil mengurai permasalahan.

Dari pendalaman terhadap kasus ini ternyata permasalahan tidak berada pada satu pihak saja.

“Antara manajemen konstruksi dengan pihak subkontraktor masih terdapat selisih paham, antara persentase capaian kerja dan persentase pembayaran. Hal inilah yang membuat pembayaran kepada pekerja terkatung-katung,”ungkap Lalu Alamin, Senin 3/5/2021 secara tertulis.

Melalui beberapa mediasi terbatas yang difasilitasi oleh Kapolsek Kuta, Iptu Muhammad Fajri S.Tr.K, akhirnya dicapai kesepakatan diantaranya:

1). Bahwa pihak subkontraktor bersedia untuk membayar pekerja secara bertahap melalui ketua perwakilan pekerja.

2). Bahwa Kapolsek Kuta juga akan berkoordinasi langsung dengan pihak manajemen konstruksi untuk mendorong penuntasan kalkulasi mengenai tanggungan masing-masing pihak sesuai dengan progress pekerjaan. Apabila pihak manajemen konstruksi masih memiliki tanggungan kepada subkontraktor, maka Bapak Kapolsek Kuta akan memastikan bahwa penyelesaian tanggungan tersebut dibayarkan langsung kepada ketua perwakilan pekerja.

3). Apabila pihak subkontraktor dalam jangka waktu yang disepakati dengan ketua kelompok pekerja tidak menunjukkan itikad baik untuk melaksanakan hasil mediasi ini, Kapolsek Kuta mendorong pihak pekerja untuk membuat laporan resmi sehingga kepolisian bisa menindaklanjuti sesuai ketentuan yang berlaku.

“Perlu dipahami disini bahwa, kesepakatan ini hanya mencakup kelompok pekerja yang  mengajukan pengaduan melalui SWIM dan tidak mencakup permasalahan kelompok-kelompok pekerja lain jika ada,”tandas Lalu Alamin.

Manajemen konstruksi Raja Hotel lanjut Lalu Alamin,  membawahi kurang lebih dua belas subkontraktor yang bisa saja menghadapi permasalahan serupa.

“Jadi intervensi, pengawasan dan fasilitasi dari berbagai pihak termasuk Disnakertrans dan pihak legislatif mutlak diperlukan,”pungkasnya.

About Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published.