Home / Beritakini / Andi Mardan: “Bila Tak Mampu Selesaikan Pemblokiran TPA, Sampaikan Saja! Biar Kita Berpikir Bersama”

Andi Mardan: “Bila Tak Mampu Selesaikan Pemblokiran TPA, Sampaikan Saja! Biar Kita Berpikir Bersama”

Ketua Komisi III/WK FP Demokrat DPRD Lombok Tengah, Andi Mardan

BERITAKINI talentafmnews.com – Bila Pemkab Pombok Tengah NTB, melalui Dinas terkait tidak mampu menyelesaikan persoalan pemblokiran akses ke TPA oleh masyarakat, sampaikan saja tidak mampu. Demikian disampaikan salah sorang anggota DPRD Lombok Tengah, Andi Mardan pada Kamis 16/4/2020 dalam pernyataan tertulisnya kepada radio talentafm.

Lebih lanjut Andi Mardan, yang juga Ketua Komisi III DPRD itu mengatakan, bila pemkab melalui Dinas Ligkungan Hidup-nya menyatakan tidak mampu menyelesaikan persoalan pemblokiran akses ke TPA, maka semua pihak akan memikirkan bersama-sama cara menyelesaikan persoalan tersebut.

“Bila tidak mampu, sampaikan saja tidak mampu, supaya kita semua berpikir cara mengatasinya sesuai tupoksi dan kewenangan yang dimiliki masing-masing. Ingat, jangan sampai muncul saling menyalahkan. Dari awal saya duduk di parlemen ini mengatakan bila perlu kita buat Satgas Persampahan,”kata Andi Mardan.

Rujukan untuk membentuk Satgas Persampahan itu lanjut Andi Mardan, sesuai dengan Perda Pengelolaan Sampah Nomor: 5 Tahun 2015. Dimana pembentukan Satgas Persampahan itu, sekaligus sebagai implementasi dari Perda yang telah ada tersebut.

“Jangan asal kita buat perda tapi inplementasinya nihil,”tandas Andi Mardan.

Selain itu lanjut Andi Mardan, hal ini berkenaan dengan himbuan PHBS (Perilaku hidup bersih dan sehat) dalam menghadapi pandemi covid-19, yang penting untuk diperhatikan penunjangnya yakni kebersihan lingkungan.

“Dimana Kota Praya dalam minggu ini, sepertinya sudah tidak mengindahkan hal tersebut,”imbuh Andi Mardan.

Hampir setiap orang yang berdomisili di wilayah kota, maupun orang luar yang masuk kota praya dan memiliki akun medsos baik IG, facebook, twitter menurut Andi Mardan, akan membuat status tentang kota praya dan di beberapa tempat di wilayah Lombok Tengah, yang dikepung sampah.

“Hal ini bagi saya akan mengganggu kesehatan dan akan menjadi insiden buruk, karena persoalan sampah saja belum mampu kita selesaikan dengan baik,”ujarnya.

Ditengah masalah sampah menjadi perhatian Pemerintah Prov melalui “Zero Waste” kemudian  Kabupaten Loteng melalui “Tastura Berbenah” (Bersih Bebas Sampah dan Limbah), ini harus menjadi perhatian bersama dan harus menjadi keseriusan khususnya OPD yang mengurusi urusan persampahan yakni Dinas Lingkungan Hidup.

Pihaknya lanjut Andi,  memahami kondisi ini diakibatkan oleh penutupan TPA yg berlokasi di Kec: Pujut, namun hal itu tidak boleh dibiarkan berlarut larut dan harus memiliki sikap jelas. Karena  Pemprov maupun Kabupaten dan Desa, masih memiliki banyak aset lahan dan bisa dipergunakan sebagai TPS maupun TPA.

“Mengigat penumpukan sampah ini menjadi ancaman berat jika tidak segera untuk di tangani,”ucapnyap

Pada kesempatan tersebut, Andi Mardan juga mengingatkan,  penting menjadi kesadaran seluruh lapisan masyarakat dan semua tingkatan struktural pemerintahan. Sementara secara tekhnis bahwa Desa dan Lurah bertanggungjawab sampai TPS yang dimana lokasinya juga harus diperjelas.

 

About Redaksi

Check Also

Jangan Percaya! Siapa Saja Yang Ngaku Bisa Bebaskan Tersangka Dari Jerat Hukum

BERITAKINI talentafmnews.com – Jangan percaya siapa saja yang ngaku bisa bebaskan tersangka  dari jerat hukum, …

Leave a Reply

Your email address will not be published.