Home / Beritakini / Ayo Lawan Pelarangan Pengibaran Bendera Merah Putih di Mandalika Saat WSBK dan MotoGP

Ayo Lawan Pelarangan Pengibaran Bendera Merah Putih di Mandalika Saat WSBK dan MotoGP

BERITAKINI talentafmnews.com – Pemuda dan seluruh element masyarakat NTB diserukan lawan pelarangan pengibaran Bendera Merah Putih pada saat gelaran WSBK dan MotoGP di The Mandalika.

Seruan ini diinisiasi tokoh muda NTB, Dian Sandi Utama untuk melakukan perlawanan agar Bendera Merah Putih bisa tetap berkibar ditengah-tengah digelarnya perhelatan internasional tersebut.

DSU akronim pria yang juga Ketua PSI NTB ini lebih jauh menjelaskan, pelarangan pengibaran bendera itu bermula ketika World Anti-Doping Agency (WADA) memberikan sanksi kepada Indonesia karena tidak mematuhi regulasi pelaporan tes doping rutin.

“WADA merupakan badan internasional yang bertugas mengawasi penggunaan obat-obatan atau doping pada atlet-atlet di setiap negara,”kata DSU.

Negara-negara yang berlaga di ajang internasional semua dibawah pengawasan dan koordinasi WADA, di Indonesia yang berwenang menjalankan tes doping pada atlet adalah Lembaga Antidoping Indonesia (LADI) lembaga ini bersifat mandiri dan terafiliasi dengan WADA.

Surat dari WADA sudah dilayangkan 15 September 2021 dan Indonesia telah diberikan waktu 21 hari untuk memperbaiki pelaporan tp seperti yang kita ketahui waktu itu sudah lewat, artinya event-event internasional termasuk WSBK pada 19 November nanti dan Moto GP pada bulan maret 2022 itu, kita masih sedang menjalankan sanksi dari WADA karena sanksi itu berlaku selama satu tahun dari 8 Oktober 2021 sampai 8 Oktober 2022.

Konsekuensinya adalah adanya pembatasan pengibaran bendera Indonesia oleh penyelenggara di sirkuit tempat acara berlangsung, baik bendera itu berkibar selama pertandingan atau pada bagian-bagian tertentu dalam pertandingan seperti penyerahan medali, upacara pembukaan dan penutupan atau elemen protokol lainnya, ini model sanksi yang termuat di halaman resmi WADA.

“Oleh karena itu, kami mengajak teman-teman muda untuk melakukan perlawanan tapi dengan cara-cara yang kreatif, seperti memasang bendera di sepanjang jalan by pass-sirkuit, rumah-rumah warga dan disekitar sirkuit, kira-kira 10 ribu bendera cukuplah. Kita galang bantuan dari berbagai pihak dan teman-teman Pemuda, aktivis, OKP dan lain-lain nanti yang pasang!” pungkas DSU.

About Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published.