Home / Beritakini / Bawa Narkoba Sejumlah Orang Asal Lombok Tengah Ditangkap Di Bandara

Bawa Narkoba Sejumlah Orang Asal Lombok Tengah Ditangkap Di Bandara

BERITAKINI talentafmnews.com – Sejumlah orang asal Lombok Tengah  pada hari Selasa 19/2/2019, pukul 08.00 Wib ditangkap karena kedapatan membawa narkoba jenis sabu-sabu di Bandara Hang Nadim Batam.

4 orang asal Lombok yang kini telah ditetapkan jadi tersangka itu, merupakan calon penumpang Lion Air JT-970, route Batam- Surabaya – Lombok. Mereka diduga akan melakukan upaya penyelundupan Narkoba jenis sabu-sabu ke Lombok.

Adapun identitas pelaku dan barang bukti yang diamankan antara lain,  Lalu Ratmaji Ardian , TTL : Kateng,14 mei 1985, jenis Kelamin: laki laki,  Alamat : Dusun Pilang Desa Kateng, Praya Barat , Lombok Tengah, Pekerjaan : Wiraswasta, Barang bukti : 314 gram sabu-sabu

Lalu Ratmaji Ardian, Sumber foto: Avsec Bandara Hang Nadim Batam

Kemudian Baiq Nara Kalista, TTL : Praya, 01 Des 1986, Jenis kelamin : Perempuan, Alamat : Leneng, Praya, Lombok Tengah, Pekerjaan : Mengurus Rumah tangga, Barang Bukti: Nihil.

Baiq Nara Kalista, Sumber Foto: Avsec Bandara Hang Nadim Batam

Selaniutnya, Lalu Sopian, TTL : Pejanggik 28 Sep 1989, Jenis Kelamin  : Laki-laki, Alamat : Dusun Gampong, Desa Kawo, Pujut, Lombok Tengah Pekerjaan : Petani , Barang bukti : 306 gram sabu-sabu

Lalu Sopian, Sumber foto: Avsec Bandara Hang Nadim Batam

Dan Sumaliadi, TTL :  Mataram, 31 Ags 1973, Jenis Kelamin : Laki-laki
Alamat : Dusun Gampong, Desa Kawo, Pujut, Lombok Tengah,
Pekerjaan : Petani, Barang Bukti : 526 gram sabu-sabu

Sumaliadi, Sumber foto: Avsec Bandara Hang Nadim Batam

Peristiwa penangkapan para pelaku, bermula sekitar pukul 08.00 Wib, pelaku Lalu Ratmaji Ardian, yang merupakan calon penumpang Lion Air nomor penerbangan JT – 970 tujuan Batam – Surabaya – Lombok, saat akan memasuki pintu pemeriksaan jalur hijau X- Ray SCP 1, petugas Avsec Bandara, melihat gerak-geriknya mencurigakan  sehingga dilakukan pemeriksaan badan secara manual.

“Namun tidak ditemukan apa-apa, selanjutnya barang bawaan dari Lalu Ratmaji Ardian dimasukkan X-Ray l dan melihat adanya barang yang dicurigai Narkoba terekam  di layar monitor X-Ray berada didalam tas ransel dia,”tutur Akbar selaku petugas Avsec saat itu.

Lalu Ratmaji Ardian, beserta barang bawaannya segera diamankan ke ruang pemeriksaan Avsec, dimana setelah dilakukan penggeledahan ternyata benar ditemukan Narkoba jenis sabu-sabu sebanyak 314 gram yang disembunyikan di dalam  tas ransel warna hitam dengan dilapisi pasta gigi.

Selanjutnya tersangka dan barang bukti di serahkan ke petugas Bea Cukai Bandara Hang Nadim Batam yang selanjutnya membawa tersangka ke kantor Bea Cukai Batuampar untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

Berdasarkan hasil pemeriksaan dan interograsi yang dilakukan oleh pihak Bea Cukai Batu Ampar, didapatkan keterangan bahwa tersangka Lalu Ratmaji Ardian ternyata tidak sendirian. Dia menyebut masih ada 3 orang rekanya yang masih berada di kantin luar Bandara Hang Nadim, sehingga pihak Bea Cukai Bandara Hang Nadim Batam dibantu Avsec Bandara segera melakukan penangkapan terhadap ketiga rekanya tersebut yang tak lain adalah, Bajo Nara Kalista, Lalu Sopian dan Sumaladi.

“Pada saat dilakukan penangkapan dan pemeriksaan, terungkap bahwa barang bukti sabu-sabu tersebut ternyata oleh Lalu Sopian dan Sumaladi dibawa dengan cara dimasukkan kedalam perut. Oleh karena itu, pihak Bea Cukai segera membawa mereka ke RS Elisabeth guna proses Scaning dan pengeluaran barang bukti Narkoba itu,”ungkap Akbar.

Setelah seluruh barang bukti narkoba yang disimpan didalam perut tadi berhasil dikeluarkan, selanjutnya ke tiga tersangka segera di bawa ke kantor Bea Cukai Batu Ampar menyusul  tersangka  Lalu Ratmaji Ardian yang sudah terlebih dahulu tertangkap untuk diserahkan ke pihak BNN provinsi Kepri.

Dari ketiga tersangka,  aparat berhasil amankan barang bukti dengan jumlah total 1146 gram sabu-sabu. Sementara dari terduga pelaku bernama Bajo Nara Kalista, barang bukti Nihil. (red)

About Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published.