Home / Beritakini / Berbahaya! Jangan Sampai Mata Kita “Ijo” Dengan Tumpukan Uang Ini

Berbahaya! Jangan Sampai Mata Kita “Ijo” Dengan Tumpukan Uang Ini

BERITAKINI talentafmnews.com – Hati-hati, ini berbahaya! Jangan sampai mata kita “Ijo” dengan tumpukan uang ini, karena uang ini, uang palsu yang bisa jadi ada disekitar kita.

Tumpukan uang yang diduga palsu tersebut, telah meresahkan masyarakat di wilayah Tanjung Kabupaten Lombok Utara NTB. Pasalnya, setumpuk uang  yang diduga palsu ditemukan masyarakat pada sebuah jasa pengiriman barang di wilayah tersebut.

Warga yang resah, kalau-kalau nanti jadi korban atas peredaran uang palsu yang diduga dikirim dari Pulau Jawa tersebut, langsung melapor ke Mapolres setempat dengan bukti laporan nomor: LP/13/I/2022/SPKT/ NTB/ Res. Lotara.

Kasat Reskrim Polres Lotara AKP. I Made Sukadana, SH setelah menerima laporan tersebut, memimpin langsung operasi pengungkapan terkait keresahan warga sesuai dengan laporan yang ada.

Pihaknya kemudian berhasil melakukan penangkapan terhadap terduga pelaku pengedar uang palsu di salah satu jasa pengiriman yang terletak di pertokoan Tanjung, kabupaten Lotara pada Senin 31/01/2022, sekitar pukul 12:00 Wita.

“Saat informasi ini kami terima melalui Laporan Polisi, tim opsnal Reskrim polres Lotara melakukan penyelidikan di salah satu jasa pengiriman guna memastikan informasi tentang adanya paket uang palsu yang dikirim dari pulau Jawa yang ditujukan untuk pelaku,”tutur Kasat.

Kasat menjelaskan, pelaku ditangkap saat mengambil paket tersebut di jasa pengiriman yang berada di Tanjung Kabupaten Lotara.

Pada saat melakukan penggeledahan yang disaksikan oleh karyawan jasa pengiriman dan aparat desa setempat, yang ternyata isi paket tersebut sejumlah uang palsu senilai 12 juta rupiah yang terdiri dari 120 lembar pecahan 50 ribu dan sebanyak 60 lembar pecahan uang 100 ribu.

“Pelaku (pemilik paket-red) berinisial. Y, pria 27 tahun, suku Sasak yang beralamat di Pondok Injong, Dusun Jujur Barat, Desa Rempek Darussalam, Kecamatan Gangga, Kabupaten Lombok Utara,”jelas kasat.

Dari hasil interogasi tim Opsnal Reskrim Polres Lotara, pelaku memesan uang palsu tersebut kepada seseorang di wilayah pulau Jawa dengan sistem COD.

Dan dikirim melalui salah satu jasa pengiriman di wilayah Tanjung. Sedangkan modus pelaku dengan membelanjakan uang palsu tersebut kepada orang lain dan mengharapkan kembalian.

“Jadi melalui kembalian dari hasil membelanjakan uang palsu tersebut pelaku akhir nya mendapat uang asli,”jelas Kasat.

Selanjutnya pelaku bersama barang bukti paket yang berisi uang palsu tersebut diamankan tim Reskrim polres Lombok Utara guna proses hukum lebih lanjut.

“Kami akan melakukan pengembangan kasus uang palsu ini, untuk mengetahui sumber dan kepada siapa saja pelaku pernah membelanjakan uang palsu tersebut,”jelas Made.

Untuk pelaku akan dijerat pasal 36 ayat (2) dan (3) Jo pasal 26 ayat (2) dan (3) UU no 7 tentang Mata uang dengan ancaman hukumannya paling singkat 2 tahun Penjara.

About Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published.