Home / Polemik / Bila Rakyat Tempuh Jalur Hukum, Lahan Harus Status Quo

Bila Rakyat Tempuh Jalur Hukum, Lahan Harus Status Quo

TALENTAFMNEWS.COM MATARAM NTB – Bila masyarakat yang lahanya di KEK Mandalika harus menggugat jalur hukum, maka lahan yang akan menjadi obyek sengketa tersebut harus berstatus quo.

Demikian disampaikan Juru Bicara (Jubir) Pejuang Lahan KEK Mandalika, M.Samsul Qomar S.Sos pada kamis 17/11/2022 usai mengikuti rapat terbatas dengan Gubernur di Pendopo Gubernur NTB terkait persoalan lahan tersebut.

MSQ akronim mantan jurnalis ini menyatakan, apresiasi kepada gubernur yang telah melakukan rapat terbatas terkait dengan persoalan lahan yang hingga kini ada yang belum dibayar oleh ITDC tersebut.

Hanya lanjut MSQ, bila pemerintah memgharuskan masyarakat untuk menempuh jalur hukum, maka status lahan yang disengketan harus bertatus quo, ternasuk laha warga yang kini sebagian telah menjadi track sirkuit pertamina mandalika.

“Karena kalau lahan-lahan ini tidak berstus quo, maka bagaimana masyarakat akan yakin dengan proses hukum yang berjalan, apalagi yang kita lawan ini negara,”kata MSQ.

Bila tidak berstatus quo, siapa yang menjamin kalau ditengah-tengah perjalanan sidang nanti malah diklaim lahan itu milik negara.

“Proses hukum itu proses yang panjang dan melelahkan, membutuhkan waktu  dua sampai tiga tahun, bulan maret 2023 akan ada mottoGP, maka bayangkan bila lahan yang telah menjadi track sirkuit status quo,”imbuh MSQ.

Namun demikian, jalur non litigasi yang saat ini coba ditempuh gubernur dengan memerintahkan karo hukum setda provinsi NTB untuk meindak lanjuti rapat hari itu dengan rapat berikutnya.

MSQ berharap dengan solusi tengah dan mudah yang ditawarkan pemilik lahan yakni penyelesaian lahan melalui non litigasi, bisa kiranya dijalankan oleh pemerintah dan pihak terkait lainya.

“Masyarakat ini sudah lelah untuk terus rapat dan rapat tanpa ada titik terang penyelesainya,”pungkasnya.

About Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *