Home / Beritakini / Blunder Dispar Loteng, Saat Sandiaga Uno Kick Of Workshop Kata Kreatif

Blunder Dispar Loteng, Saat Sandiaga Uno Kick Of Workshop Kata Kreatif

BERITAKINI talentafmnews.com – “Blunder” Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Lombok Tengah NTB, saat Menteri Menparekraf Sandiaga Salahudin Uno (Sandiaga Uno), senin 21/2/2022 membuka Workshop Kabupaten/Kota Kreatif (Kata Kreatif) di Ballroom Lantai 5 Kantor Bupati setempat.

Pada acara yang digelar Disparbud Lombok Tengah yang berlangsung sekitar 30 menit tersebut, Sandiaga Uno sempat menyampaikan bahwa hari itu dirinya memulai road show ke 35 Kabupaten/Kota untuk melaksanakan workshop Kata Kreatif di Lombok Tengah.

“Karena di Kabupaten Lombok Tengah ada destinasy super prioritas maka kick of road show kegiatan ini kita berikan kehormatan dimulai dari Lombok Tengah. Saya melihat semangat Kata Kreatif 2022 ini berangkat dari Kata Kreatid 2021, Lombok Tengah yang telah memberikan berbagai prgoram khusus untuk Kata Kretaif ini,”kata Sandiaga Uno.

Namun, yang bikin blunder Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Lombok Tengah, pada acara yang juga dihadiri oleh Bupati Lombok Tengah HL.Pathul Bahri S.Ip, Sekda Lombok Tengah, HL.Firman Wisaya ST.MT dan Kadis Pariwisata dan Kebudayaan Lombok Tengah, H.Lendek Jayadi, serta sejumlah tamu undangan tersebut,  yang mendapat panggung dalam acara workshop yang seyogyanya digelar untuk pengusaha kreatif asal Lombok Tengah tersebut adalah warga Lombok Timur.

Dalam sesi dialog dengan Menparekraf Sandiaga Uno, seorang pengusaha kreatif asal Lombok Timur Agus Patra Wijaya, yang entah saat itu jadi tamu undangan atau jadi peserta Workshop, angkat tangan dan menyampaikan tentang usaha kopi kreatif yang digelutinya.

Pada kesempatan tersebut, Agus Patra Wijaya menyampaikan informasi ke Bupati Lombok Tengah, kalau saat ini kopi yang banyak digunakan adalah kopi-kopi yang berasal dari luar Lombok Tengah.

“Dan hanya mau menyampaikan informasi pak Bupati, potensi kopi di Lombok Tengah ini cukup banyak. Terutama di wilayah utara, sperti desa Lantan dan Steling. Hanya saja pohon kopi di sana sudah tua-tua dan perlu diperbaharui,”kata Agus Patra Wijaya.

Demi keberlangsungan bahan baku kopi, pohon-pohon atau tanaman kopi itu lanjut Agus Patra Wijaya perlu diperbaharui.

Selain itu, bisa jadi karena Agus Patra Wijaya telah menangkap moment terbaik yang bisa dilakukan bila bertemu menteri, ia langsung mengeluarkan sebungkus Kopi hasil karyanya dan diberikan ke pak menteri yang moment itu, kali ini tidak didapatkan warga Lombok Tengah.

Saat penanya kedua diberikan kesempatan oleh menteri, lagi-lagi yang acungkan tangan adalah seorang ibu-ibu warga Lombok Timur Husnihari, yang akrab dipanggil bu Lin, yang memperkenalkan tentang usahanya yang berasal dari mengelola bank sampah.

Nah salah satu produk kreati ibu ini adalah sandal hotel yang langsung diperlihatkan ke Menteri Memparekraf Sandiaga Uno. Hal itu membuat ibu asal Lombok Timur itu lagi-lagi menggeser kesempatan emas bagi warga Lombok Tengah.

“Nah tadi pagi-pagi saya lihat di Hotel Poltekpar itu belum ada sandalnya, kalau gitu tolong pihak Poltekpar Lombok pesan sandal hotel dari ibu ini untuk Edu Hotel,”kata Sandiaga Uno memerintahkan pejabat Poktekpar Lombok yang hadir pada acara tersebut.

Begitulah, dalam  hanya 30 menit kesempatan emas untuk pengusaha-pengusaha di Lombok Tengah pada workshop yang digelar oleh Dispar Loteng untuk warga Lombok Tengah, namun moment terbaik diambil justeru oleh warga Lombok Timur di Ball Room Kantor Bupati Lombok Tengah.

About Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published.