Home / Beritakini / BWS dan Pemkab Loteng Sepakat Jadikan SWIM Mitra Cegah Banjir

BWS dan Pemkab Loteng Sepakat Jadikan SWIM Mitra Cegah Banjir

BERITAKINI talentafmnews.com – BWS Nusa Tenggara I dan Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah (Pemkab Loteng) NTB, sepakat jadikan Solidaritas Warga Inter Mandalika (SWIM) sebagai mitra cegah banjir di kawasan Kek Mandalika.

Kesepakatan tersebut didapat pada rapat dengar pendapat yang digelar ketiga pihak, Jumat 24/12/2021 di Aula Kantor PUPR Loteng di Lantai 5 Gedung Kantor Bupati setempat.

Presiden SWIM, Lalu Alamin pada kesempatan tersebut menyampaikan, terkait persoalan banjir yang terjadi di kawasan KEK Mandalika yang akhir-akhir ini terjadi, inginkan agar perhatian yang diberikan oleh Pemkab ditransfer menjadi sebuah aksi nyata penanggulangan dan pencegahan banjir.

Banjir di KEK Mandalika, khususnya di Desa Kuta Kecamatan Pujut, dimulai sejak sekitar 3 tahun lalu. Sebagai warga yang lahir di Kuta, pernah mendengar adanya lahar dingin 20 tahun silam yang dimaha itu adalah banjir.

“Kami bingung sekarang, begitu ada KEK baru terjadi banjir. Dan kami saling tuding ini akibat penebangan pohon dan kami tanami bukit dengan jagung, ada juga akibat pe gerukan galian dan lain-lain,”katanya.

Yang pasti terkait dengan hal tersebut, selama 2 tahun banjir berturut-turut saat ini, tidak ada tindakan riil yang dilakukan oleh Pemkab di lapangan.

Akibat banjir tersebut, pengelola property yang ada disekitar sungai jelang MotoGP 2022 ini tidak berani melakukan reserpasi. Dimana ada ratusan kamar yang tak terakomodir akomodasi karena tak berani spekulasi ambil pesanan ditengah ancaman banjir.

“Semua hotel yang tak terdampak banjir sudah penuh, kami tak berani menerima pesanan, takut belum ada solusi soal banjir,”ungkap Lalu Alamin.

Yang jadi persoalan, ketika Pemkab menyerahkan soal banjir ke ITDC. Sementara ITDC membedakan perlakuan terhadap mana yang masuk kawasan dan bukan kawasan. Sehingga ITDC tidak pernah melakukan apapun terhadap sungai atau kali yang sering sebabkan banjir untuk melakukan pemcegahan.

“Tuntutan kami sederhana, diperdalam saja sungainya dengan turunkan alat berat di sana. InsyaAllah maka airnya akan lancar dan banjir tidak akan terjadi,”pungkas Lalu Alamin.

Sekda Loteng, Lalu Firman Wijaya ST.MT menanggapi hal tersebut mengatakan, pihaknya sangat apresiasi apa yang dilakukan SWIM tersebut. Itu sebab sangat respon dengan hal tersebut.

Peran serta SWIM sangat dibutuhkan nantinya untuk advokasi dan mendampingi pemerintah saat akan melakukan aksi terkait untuk pencegahan banjir tersebut.

Disebutkan Sekda, kalau banjir yang terjadi di Songgong Kuta, telah sampai ke Presiden. Walau titik temunya soal pembongkaran jalan, namun hal itu tidak diproses hukum karena dimaklumi sebagai kepanikan warga.

Hanya saja Sekda meminta agar  dibantu membuat saluran menuju outlet ke selatan karena di sana ada objek sengketa. Namun berkat pendampingan Camat setempat maka saluran itu kini bisa dibuat.

Terkait usul saran untuk mengangkat sidemen, dihapan Menteri, Kepala BWS membisiki dirinya agar didampingi ketika BWS melakukan normalisasi sungai di KEK Mandalika tersebut.

Dimana BWS sebagai lembaga yang berwenang terkiat dengan sungai saat ini telah menyelesaikan pembangunan Kanal Banjir Barat dan harus ada operasionalnya, agar hal tersebut bisa berjalan dengan baik.

Sementara Kanal Banjir timur belum selesai namun telah masuk dalam design dan kesepakatan ITDC harus meng integrasikan penanagan Kanal Banjirnya di dalan kawasan dengan BWS.

“Jadi mohon SWIM mendampingi. Nanti kita akan survei. Sehingga dimana titik-titik yang menurut SWIM sidementasinya tebal, tunjukkan. Dan kesanalah nanti alat beratynya kita arahkan. Sepakat ya,”tandas Sekda.

Dimana apa yang dilakukan tersebut, solusi jangka pendek untuk mencegah terjadinya banjir di Kuta terdebut.

Sementara itu, Kepala BWS Nusa Tenggara I, Dr.Ir.Hendara Ahyadi MT menyatakan, sepakat menjadi SWIM sebagai mitra atau pendamping untuk penanggulangan persoalan banjir di Kuta dan sekitarnya tersebut.

BWS bahkan telah memiliki gambar untuk melakukan normalisasi sungai diwilayah dimana banjir tersebut terjadi dan aka  melakukan pelebaran terhadap gorong-gorong yang ada di wilayah tersebut.

About Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published.