Home / Beritakini / CV. Jaya Steel Tak Main-Main Dalam Menerima Proyek Sumur Bor PMI

CV. Jaya Steel Tak Main-Main Dalam Menerima Proyek Sumur Bor PMI

BERITAKINI talentafmnews.com – Pihak CV.Jaya Steel tidak main-main dalam menimbang dan mengkaji sehingga percaya dan bersedia sebagai rekanan dalam Proyek Pembangunan Sumur Bor PMI NTB.

Ketua LIDIK NTB, Sahabudin SE selaku pendamping CV.Jaya Steel dalam menangani masalah pembayaran proyek tersebut mengatakan, pihak perusahaan rekanan sangat hati-hati dalam mengkaji proyek tersebut sehingga akhirnya mau menerima sebagai rekanan.

“Jadi pihak perusahaan tidak main-main dalam mengkaji proyek. Karena di sana sudah jelas ada orang-orang PMI yang berhubungan,”kata Sahabudin, selasa 5/10/2021 ditemui Talentafm di Cafe D Cantik Praya.

Sahabudin yang akrab disapa Citung Dasten ini menuturkan awal mula CV.Jaya Steel mengerjakan proyek tersebut. Dimana pada mulanya, proyek itu dikerjakan oleh perusahaan lain, namun perusahaan itu tak mampu menyelesaikan pekerjaan tersebut.

“Akibatnya Pejabat Pembuat Komitmen atau PPK proyek tersebut diganti dengan orang lain yang sekarang menjadi PPK yang berkontrak dengan CV.Jaya Steel,”tuturnya.

CV.Jaya Steel baru mau menjadi rekanan untuk melanjutkan proyek tersebut dengan syarat dibuat kontrak baru dengan PPK yang baru.

Maka dibuatlah kontrak paket pengerjaan kontruksi 10 titik sumur bor di Lombok Barat dan Lombok Tengah nomor: 029/03.02.00/PPJ/IX/2019 tanggal 17 September 2019 antara H.Muhammad Abu Arif Aini S.Ag M.Pd selaku PPK PMI NTB  dengan Lalu Muh.Jayadi selaku Direktur CV.Jaya Steel.

Kontrak tersebut dibuat dengan akta notaris nomor 9 tanggal 10 Januari 2018 dihadapan notaris Halim Nataatmadja SH.

“Adapun Design sumur bor yang lengkap dengan tower tandone airnya itu, berasal dari pihak PMI dan semua telah dikerjakan sesuai spek yakni sumur bor ukuran 6 in,”jelas Citung.

Jauh hari sebelum persoalan sumur bor ini mencuat kepublik, Citung juga pernah menyarankan ke pihak PMI untuk melaporkan hal itu ke Polisi bila memang PMI merasa namanya dicatut oknum atas proyek tersebut.

“Tetapi bagi kami, ini sudah jelas. PMI yang punya proyek. Jadi silahkan dibayar sesuai kontrak yang ada,”tandas Citung.

Adapun nilai proyek itu lanjut Citung, Rp. 175 juta per 1 titik sumur bor. Sehingga total keseluruhan Rp.1.75 Miliar.

“Jadi segitu total yang hingga saat ini belum dibayar pihak PMI kepada CV.Jaya Steel,”pungkas Citung.

Sementara itu, Ketua PMI NTB Drs. H.Ridwan Hidayat dalam pesan WA-nya mengatakan, awalnya  PMI tidak tau menahu soal proyek sumur bor tersebut. Karena program Sumur Bor tidak ada.

“Baru diketahui setelah yang mengerjakan Sumur Bor datang melaporkan kepada Ketua Recovry PMI Gempa Lombok Sumbawa,”kata H.Ridwan Hidayat.

H.Ridwan Hidayat menegaskan, yang memberi printah kerja adalah oknum, bukan pengurus PMI.

“Maaf! Dengan kata lain PMI dicatut namanya,”tegas H.Ridwan Hidayat.

Namun demikian lanjut H.Ridwan Hidayat, karen Sumur Bor tersebut sudah dinikmati masyarakat,  secara moral PMI mancarikan solusi.

“Untuk itu kami tinjau dua lokasi Sumur Bor untuk memastikan keberadaan Sumur Bor tersebut.  Itulah poto tiang yang beredar itu,”terangnya.

Adapun solusi yang coba dilakukan oleh PMI NTB yakni dengan meminta bantuan PMI Pusat, namun karena beban program terlalu banyak maka diserahkan kepada PMI NTB untuk mencarikan solusinya.

“Alhamdulillah solusi sudah ada dan sudah disampaikan kepada perwakilan warga penerima manfaat tanggal 2 september 2021, bahw PMI siap membantu warga untuk membayar Sumur Bor tersebut,”terangnya.

“Supaya ini clear dan atau agar tidak terjadi fitnah, dengan sangat terpaksa PMI akan melaporkan masalah ini ke APH (Aparat Penegak Hukum),”pungkas H.Ridwan Hidayat.

About Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published.