Home / Beritakini / Di Pintu Gerbang Inilah Ajudan dan Sopir Wabup Diduga Saling Pukul

Di Pintu Gerbang Inilah Ajudan dan Sopir Wabup Diduga Saling Pukul

BERITAKINI talentafmnews.com –  Di Pintu Gerbang Pendopo Wakil Bupati (Wabup) Lombok Tengah NTB, Ajudan dan Sopir Wabup saling pukul.

Kesaksian salah seorang anggota Sat – Pol PP Lombok Tengah yang tak bersedia disebutkan namanya kepada Talentafm senin 1/11/2021 menuturkan, sabtu malam 30/10/2021 sekitar jam 00 wita, dirinya sedang berjaga didalam pos jaga sembari sejenak merebahkan badan.

“Tiba-tiba saya mendengar suara-suara saling teriak keras sekali sampai saya kaget dan segera keluar ruangan pos jaga,”katanya di temui di Pos Jaga Gerbang Pendopo Wabup.

Sesampainya diluar, ternyata ia melihat dua orang sedang duel saling serang dan saling pukul. Terlihat ada sejumlah kursi tergeletak disekitar kejadian.

“Saya kemudian melerai keduanya yang ternyata itu adalah salah satu ajudan dan sopir Pak Wabup,”imbuhnya.

Untuk keterangan lebih lanjut, saksi mata kejadian naas ini mempersilahkan Talentafm untuk meminta informasi ke Kasat Pol-PP karena pihaknya telah melaporkan kejadian tersebut secara lengkap sebatas yang ia ketahui.

Setelah peristiwa tersebut, minggu malam media sosial diramaikan oleh poto-poto luka yang dialami oleh Sopir Wabup Nurdan. Bahkan di sejumlah group WA menjadi topik pembicaraan warga net.

Terkait dengan hal tersebut, secara terpisah Wabup Loteng DR.HM.Nursiah S.Sos M.Si di Pendopo Wabup di tempat berbeda kepada sejumlah wartawan menyatakan, persoalan tersebut telah diselesaikan secara kekeluargaan.

“Jadi bersumber dari kita adalah sama-sama keluarga dalam bekerja, maka hal tersebut telah diselesaikan secara kekeluargaan,”jelas Wabup.

Terkait degan penyebab kejadian tersebut, Wabup menjelaskan semua semata-mata karena kesalahpahaman saja dan ditegaskan telah selesai secara kekeluargaan.

Sementara itu, informasi yang dihimpun Talentafm, peristiwa saling pukulnya Ajudan dan Sopir Wabup Loteng tersebut, diduga akibat adanya uang titipan dari salah satu OPD di Lombok Tengah.

Namun hal tersebut dibantah oleh Kapolsek Praya, IPTU Hariono saat ditemui terpisah sejumlah wartawan di area Pendopo Bupati usai melakukan mediasi kedua belah pihak.

“Soal uang titipan tidak ada disebut tadi. Sebab kejadian ini hanya karena adanya kata-kata kotor yang sempat terucap dari kedua belah pihak,”tandas Kapolsek.

Sebelumnya lanjut Kapolsek, pada minggu pagi 31/10/2021, pihaknya mendapat laporan terkait dugaan penganiayaan tersebut.

Namun pada senin hari ini, kedua belah pihak menyatakan damai dan laporan yang sempat diajukan ke Polsek sudah dicabut.

“Sesuai dengan laporan yang sempat kami terima, peristiwa ini terjadi pada sabtu malam minggu sekitar jam 12 malam,”ungkap Kapolsek.

Dan malam itu juga masalah tersebut sesungguhnya telah diselesaikan secara kekeluargaan, namun entah kenapa pada minggu pagi malah berubah.

“Dan hari ini (senin-red) keluarga besar kedua belah pihak telah berdamai dan sepakat menyelesaikan masalah ini secara kekeluargaan,”pungkas Kapolsek.

 

About Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published.