Home / Polemik / Diduga “Abal-Abal” Pentas FORSA Idol di Loteng Diminta Dibubarkan

Diduga “Abal-Abal” Pentas FORSA Idol di Loteng Diminta Dibubarkan

LOMBOK TENGAH (NTB) talentafmnews.com – Diduga “abal-aal  pentas hiburan FORSA Idol NTB, diminta ditutup dan dibubarkan.

Seruan pembubaran itu disampaikan oleh LSM Gempar NTB pada Minggu 18/9/2022 dan disampaikan kepada Talenta FM via WA.

“Kegiatan hiburan umum konser dangdut Forsa Idol di Angkringan Biao Praya dan Gor Tastura di Lapanga Bundar itu, kami duga tidak mengantongi izin dari pihak kepolisian,”ungkap Sekertasris Jenderal (Sekjend) Gempar NTB, Muhamad Subur.

Selain itu, kegiatan itu tidak ada Surat Keputusan (SK) dan rekomendasi tertulis dari pengurus wilayah Forsa NTB.

Dan berdasarkan aduan suporter para peserta dalam audisi Forsa Iadol tersebut, dimana kegiatan itu diduga tidak dilalsanakan sesuai teknis dan metode yang jelas dalam hal penilaian dewan juri dan vote, sehingga merugikan banyak pihak.

“Selain itu, keberadaan angkringan itu membuat warga sekitar resah karena live musik dan karaoke yang buka sampai larut malam, padahal tempatnya berdekatan dengan pemukiman penduduk,”ungkap Subur, sapaan akrab pria ini.

Angkringan tersebut juga dekat dengan Yayasan Pondok asuh dan membuat warga tidak nyaman. Begitu juga dengan parkiran di kiri dan kanan jalan yang bisa membahayakan.

“Untuk itu, kami minta kepolisian untuk membubarkan kegiatan pentas Forsa Idol itu dimanapun diselenggarakan dan menutup Angkringan Biao-Praya,”ujar Subur.

Atas hal tersebut, pihak LSM Gempar NTB Juga bersurat ke pengurus FORSA DPW NTB untuk menyampaikan sejumlah tuntutan.

Ditanya Talenta FM, bukankah dirinya juga bagian dari panitia pelaksana Forsa Idol di Lombok Tengah itu? Muhamad Subur menyatakan, kalau dirinya sudah mundur dari keikutsertaan sebagai panaitia.

“Ya bang saya kecewa. Ada permasalahan internal, sudah tidak cocok, tidak sepaham, mereka kami duga curang, khususya Pemilik Angkringan. Saya bersama-sama garap acara Forsa Idol ini 3 bulan dari Juni sampai terakhir kemarin September saya undur diri,”ungkapnya.

Peserta yang sudah teriliminasi 40 sampai 50 orang,  rata- rata meras dirugikan. Mereka sudah beli vote berjuta juta. Peserta yang suaranya bagus berkualitas, tapi kurang vote dieliminasi. Peserta yang suaranya pas-pasan, cempreng tapi vote tinggi itu diloloskan.

“Itu kan curang, namanya itu bisnis otak Dacin,”tutup Muhamad Subur.

Sementara itu, Ketua Forsa Lombok Tengah, Sucita Sarana dikonfirmasi terkait hal tersebut via WA-nya, tak memberikan tanggapan.

About Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *