Home / Beritakini / Diduga Korupsi! Kades Bersama Sekdes dan Bendahara Ditangkap Polisi

Diduga Korupsi! Kades Bersama Sekdes dan Bendahara Ditangkap Polisi

BERITAKINI talentafmnews.com – Kades bersama Sekdes dan Bendahara disalah satu desa di Kabupaten Bima NTB ini, ditangkap dan kini ditahan polisi karena diduga melakukan korupsi.

Kapolres Bima Kota AKBP Henry Novika Chandra, saat konferensi pers, Jum’at 28/1/2022 di Mapolres setempat menyampaikan, kasus dugaan korupsi itu kini tengah diproses Unit Tindak Pidana Korupsi (Tipidkor) Sat Reskirm Polres Bima Kota.

Kades beserta Sekdes dan Bendaharanya itu, diduga telah melakukan penyimpangan dalam pengelolaan APBDes yang bersumber dari Anggara Dana Desa (ADD), Dana Desa dari APBN (DDA) Bagian Desa dari Pajak dan Retribusi Daerah (BDPRD)dan Pendapatan Asli Desa (PADes) tahun 2017-2018 pada salah satu desa di Kabupaten Bima.

“Dari serangkaian proses penyidikan, telah didapatkan fakta-fakta, adanya mensrea, perbuatan melawan hukum yang merugikan keuangan negara dan atau perekonomian negara, penyidik telah menetapkan ketiganya (Kades, Sekdes dan Bendahara – red), sebagai tersangka,”ungkap Kapolres.

Ketiga perangkat desa yang telah ditetapkan sebagai tersangka tersebut antara lain; inisial RML selaku Kepala Desa, AY selaku Sekertaris Desa) dan SFD selaku Bendahara Desa.

“Adapun Kerugian Negara akibat kasus tersebut sebesar Rp. 552.459.737,05 sesuai dengan hasil perhitungan auditor BPKP NTB,”jelas Kapolres yang didampingi Kasat Reskrim Iptu M Rayendra RAP dan Kanit Tipikor Aipda Dwi Isnanto.

Modus operandi para tersangka lanjut Kapolres, tidak menggunakan uang negara sebagaimana mestinya sesuai dengan kegiatan yang tertuang pada APBDes maupun Rencana Penggunaan Uang (RPU).

“Para tersangka juga diduga melakukan perbuatan memperkaya diri sendiri dengan menikmati uang negara untuk kebutuhan pribadi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan,”imbuh Kapolres.

Selain itu, para tersangka juga diduga membuat pertanggungjawaban fiktif, serta memalsukan pertanggungjawaban atas penggunaan uang negara.

”Dalam proses penyidikan kasus ini, uang negara yang berhasil diselamatkan oleh Penyidik sebesar 26.7 juta rupiah,”imbuh Kapolres.

Uang yang berhasil diselamatkan tersebut adalah uang Negara yang telah dicairkan, namun tidak dipergunakan untuk kegiatan sesuai dengan kegiatan pada APBDes maupun Rencana Penggunaan Uang (RPU)

Adapun pasal yang disangkakan untuk ketiga tersangka lanjut Kapolres, Pasal 2 ayat (1), Pasal 3 UU RI Nomor 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan UU RI Nomor 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana korupsi Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

 

About Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published.