Home / Beritakini / Diduga Premanisme, Izin PT. Samara Lombok Diminta Dicabut

Diduga Premanisme, Izin PT. Samara Lombok Diminta Dicabut

BERITAKINI talentafmnews.com Lombok Tengah – Diduga melakukan premanisme dan sebabkan kegaduhan di masyarakat, Gerakan Mahasiswa, Pemuda dan Rakyat (GEMPUR) Praya Barat Daya minta izin PT. Samara Lombok dicabut.

Pembina GEMPUR Praya Barat Daya, Idham Hafiz secara tertulis kepada Radio Talenta Lombok, pada rabu 14/4/2021 menyampaikan, kegiatan yang dilakukan oleh perusahaan itu di Torok Desa Montong Ajan Kecamatan Praya Barat Daya, telah menimbulkan kegaduhan dan ketidak tentraman masyarakat sekitar.

“Itu karena PT. Samara Lombok diduga telah melakukan aksi premanisme dengan cara mengundang terduga preman-preman luar desa torok untuk mengadu domba dan membuat masyarakat resah dan gaduh,”ungkapnya.

Pemda Lombok Tengah lanjut Idham Hafiz,  harus serius merespon kejadian premanisme yang diduga dilakukan oleh PT. Samara Lombok terhadap masyarakat Torok tersebut.

“Pemda harus respon cepat dengan segera mencabut segala izin operasional dan menolak apapun bentuk perizinan dari pihak Samara Lombok. Dan kami akan segera melakukan aksi besar-besaran untuk menutup pembangunan Samara Lombok itu,  karena sangat merugikan pariwisata di Praya Barat Daya dengan cara-cara premanisme,”tandasnya.

Sementara itu, Ketua GEMPUR Praya Barat Daya Padli Saleh Kabol, senada dengan Ketua Pembina mendesak Polres Lombok Tengah untuk menangkap pihak PT. Samara Lombok yang telah mendatangkan terduga preman yang membawa senjata tajam untuk melakukan pengancaman terhadap masyarakat.

“Jadi perusahaan itu telah mengancam pemilik tanah, maka harus segera ditangkap. Kami berharap pada Polres untuk berpihak pada hukum, karena sengketa tanah antara masyarakat dengan Samara Lombok tersebut, sudah dimenangkan oleh masyarakat dalam putusan verstek di Pengadilan Negeri Praya,”tegasnya.

Maka tandas Padli Saleh Kabol, aksi premanisme yang diduga dilakukan oleh Samara Lombok, harus di usut tuntas. Karena kalau tidak diselesaikan secara cepat, maka akan terjadi konflik lebih besar diluar hukum.

“Dan kami Pemuda dan rakyat Praya Barat Daya, siap menghadapi pihak samara lombok secara premanisme atau apa pun namanya kalau dibenarkan oleh Hukum,”ancamnya.

Atas dugaan premanisme tersebut lanjut Padli Saleh Kabol, masyarakat Montong ajan umumnya dan Torok khusunya telah bereaksi melakukan pemblokiran jalan.

“Warga tersinggung  atas kedatangan mereka-mereka yang ingin mengganggu harkat dan martabat masyarakat torok,”tutupnya.

Pihak PT. Samara Lombok melalui salah seorang pejabatnya yakni Agung saat dikomfirmasi via WA-nya terkait dengan hal tersebut, belum memberikan jawaban. Begitu juga dengan Kapolres Lombok Tengah, AKBP Esty Setyo Nugroho dan Pemda Lombok Tengah, belum memberikan tanggapan

About Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published.