Home / Peristiwa / Ditengah Keseriusan Pemda Lombok Tengah Tangani Covid-19, Adanya Pasien Kabur Sangat Disesalkan

Ditengah Keseriusan Pemda Lombok Tengah Tangani Covid-19, Adanya Pasien Kabur Sangat Disesalkan

BERITAKINI talentafmnews.com – Terkait kaburnya pasien 223 LS asal penujak di RSUD Praya, sangat  disesalkan. Demikian disampaikan Ketua Pemuda Pancasila Lombok Tengah, M.Samsul Qomar, Sos rabu 29/4/2020 dalam pernyataan tertulisnya kepada Talentafm.

Karena hal itu lanjut Samsul, bisa sangat membahayakan bagi orang lain.  Keteledoran tersebut jangan lagi terulang. Menurutnya yang teledor tersebut pemda, karena sepengetahuanya kesepakatan gugus tugas covid yang di isolasi di RS itu yang dengan keluhan dan penyakit penyerta, bukan yang orang tanpa gejala ( OTG).

“Jadi ini kesalahan fatal karena tidak sesuai protap,”katanya.

Untuk pihaknyaa mendesak lokasi karantina (eks aerotel) segera di kebut. Ia menilai aksi pemda buat lokasi karantina tersebut lamban, padahal bangunan sudah ada danà tinggal tambah tempat tidur dan perlengkapan lain.

“Setau saya dulu aerotel sudah hibahkan meubelernya di sana. Tinggal ditambah yang kurang. Karena jika pasien OTG di isolasi di RS maka fsikologinya akan terganggu. Jadi sudah tepat sebenarnya keputusan gugus tugas mengkarantina PDP dilokasi yang berbeda, tidak di RS,”imbuhnya.

Untuk itu sekali lagi lanjut M.Samsul Qomar, pemda harus segera menyelesaikan lokasi karantina, karena hasil reaktif untuk loteng semakin bertambah. Hal ini berbahaya kalau tidak segera, karena sifatnya sudah darurat.

“Jangan terlalu banyak mikir, selesaikan lokasi isolasi dan karantina. Ada BLK juga kosong, bisa digunakan baik yang di praya maupun yang di praya tengah. Kami melihat keseriusan pemda menangani wabah ini, tapi kita juga ingatkan biar bisa maksimal,”harapnya.

“Masak kerjakan eks hotel saja lama sekali, sudah ada bangunannya sudah ada yg lain-lain, tinggal dilengkapi saja. Apalagi di cina bangun rumah sakit dalam semalam ribuan kamar,”tambahnya.

Pihaknya lanjut Samsul, mendukung kerja-kerja kemanusiaan pemda, tetapi tetap  diawasi karena menggunakan uang rakyat. Sebuah kewajiban semua pihak untuk mengawasi dan memberikan masukan kepada bupati dan gugus tugas agar bisa mendapatkan jalan keluar.

“Jangan sampai terulanglah ada pasien kabur . Kepada Pak Direktur RSUD Praya,  kami minta tolak kalau ada OTG diisolasi disana, karena pasti akan stress dimasukkan RS, jangan paksakan. Jadi cepatlah lokasi karantina di selesaikan,”tandasnya.

Terkait bantuan bantuan, baik masker dan sembako, pihaknya lanjut Samsul,  melihat belum maksimal dan terkesan asal sudah, tidak merata dan masker yang diberikan tidak standar, hanya kain biasa, begitu juga sembako.

“Kita ingatkan untuk mencontoh JPS pemprov , berasnya standar bulog, jangan sampai asal-asalan, mumpung belum disebar ke masyarakat, kami warning jangan sampai jadi temuan nanti. Ikuti arahan Bulog kwalitas beras diperhatikan, jangan asal ngasi bantuan, ini tentang manusia bukan mau ngasi makan sapi, harus sesuai standar dan mutu serta kwalitas yang baik,”pungkasnya.

About Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *