Home / Beritakini / DSU Minta LSM ALARM Urungkan Niat Laporkan Akun Pengkritik

DSU Minta LSM ALARM Urungkan Niat Laporkan Akun Pengkritik

BERITAKINI talentafmnews.com – Beberapa hari ini sedang ramai dibahas di sosial media, postingan dari sebuah akun atas nama Satria Madisa yang melayangkan mengkritik kepada Gubernur Nusa Tenggara Barat, Dr. Zulkieflimansyah. Akun tersebut menyorot penyelesaian sengketa GTI dengan menempatkan photo Gubernur Nusa Tenggara Barat yang mata dan mulut orang nomor satu di NTB itu ditutupi lakban.

Reaksi dari LSM ALARM yang berniat mengadukan dengan alasan akun atas nama Satria Madisa telah melakukan ujaran kebencian melalui media sosial terhadap Gubernur Dr Zulkiflimansyah, Lalu Hizzi Ketua Umum LSM ALARM-NTB diberitakan telah secara resmi melaporkan akun tersebut atas dugaan ujaran kebencian, fitnah, hoaks dan vandalisme terhadap pribadi Dr Zul.

Dian Sandi Utama yang akrab disapa DSU, sebagai tokoh pemuda dan tercatat sebagai Staff Khusus Gubernur saat diwawancara media, selasa 10/8/2021, menyayangkan hal tersebut dan meminta LSM Alarm untuk mengurungkan niatnya melaporkan akun pengkritik Gubernur, Dr Zulkieflimansyah.

“Saya rasa hal ini tidak perlu dibesar-besarkan, saya melihat dia itu masih muda, masih mahasiswa, semangatnya sedang tinggi-tingginya, dia ini sedang menjalankan agent of control dalam kapasitasnya sebagai Mahasiswa. Generasi yang seperti ini jangan dihadapkan pada persoalan hukum tapi butuh bimbingan cara-cara menyampaikan pesan yang baik untuk dapat memahami kedalaman dinamika yang sedang terjadi”.

“Persoalan GTI itu clear, apapun keputusannya nanti itu pasti bukan keputusan tunggal dari Gubernur. Ada intitusi Lembaga Negara lainnya yang terlibat dalam pembahasan; seperti KPK, Jaksa, institusi Polri dan kita lihat sendiri pengambilan keputusannya benar-benar melibatkan masyarakat, jadi potret peristiwanya harus utuh jika ingin menilai dan mengkritik Gubernur”.

Lagi pula, Gubernur telah menyampaikan bahwa beliau menerima setiap kritikan, bukankah siapapun yang mengkritik beliau selalu dijawab di kolom komentar pada akun sosial media beliau. Hanya saja, beliau yang juga sebagai mantan aktivis (Presiden Mahasiswa UI) menyarankan agar mengkritik dengan cara-cara yang wajar, tidak melakukan (vandal) agar tidak ada yang tersinggung dan marah, beliau ini kan tokoh politik, kepala daerah tentu punya loyalis dan pendukung.

“Beliau tidak anti-kritik, tidak mungkin itu. Beliau hanya khawatir nanti terjadi hal-hal yang tidak diinginkan kalau mengkritik dengan cara-cara seperti yang dilakukan akun Satria Madisa, melakukan (vandal), itu saja,”tutup DSU.

Sementara itu, Ketua Unum (Ketum) ALARM NTB, Lalu Hizzi dikonfirmasi Radio Talenta Lombok via WA-nya menyampaikan, dirinya akan menanggapi apa yang disampaikan DSU tersebut dalam pemberitaan yang terpisah.(red)

About Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published.