Home / Beritakini / Dugaan Penipuan Ketua BPPD Loteng Terus Diproses

Dugaan Penipuan Ketua BPPD Loteng Terus Diproses

BERITAKINI talentafmnews.com Lombok Tengah – Dugaan penipuan dengan terlapor Ketua Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) Lombok Tengah (Loteng), Ida Wahyuni masih terus diproses oleh pihak Mapolres setempat.

Kapolres Loteng, AKBP Esty Setyo Nugroho S.I.K kepada Radio Talenta Lombok, Sabtu 5/6/2021 menyampaikan, kasus dugaan penipuan dan penggelapan tersebut terus diproses. Pihaknya telah melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi dan korban pelapor untuk mendapatkan gambaran jelas terhadap masalah tersebut.

Namun lanjut Kapolres, pihaknya masih akan mengupayakan kasus tersebut diselesaikan melalui mekanismi restorative justice. Hal itu sesuai yang ditekankan pimpinan polri sekaligus permintaan korban.

“Kita sudah bertemu dengan korban dan meminta diupayakan disekesaikan dengan perdamaian. Namun kalau upaya itu tidak bisa, maka proses hukum menjadi jalan terakhir. Namun kami tetap berharap agar kasus semacam ini bisa ditempuh dengan upaya damai,”imbuh Kapolres.

Untuk diketahui, kasus dugaan penipuan tersebut menyeruak ke publik setelah beredar surat pengaduan ke Mapokres Lombok Tengah atas nama H.Ryan Zaki SE di media sosial.

Dalam aduan tersebut, H.Ryan Zaki menyebut dirinya selaku Kepala Cabang PT. Tahta Djaga Internasional yang beralamat di Kp.Kiarapayung Desa Karangpawitan Kecamatan Karangpawitan Kabupaten Garut Jawa Barat.

H.Ryan Zaki melaporkan dugaan penipuan dan atau penggelapan yang diduga dilakukan oleh Ketua BPPD Loteng atas nama Ida Wahyuni yang mengaku beralamat di Jalan Gajah Mada Nomor 126 Praya Lombok Tengah.

Dimana dalam surat aduan itu, H.Ryan Zaki selaku Kepala Cabang PT. Tahta Djaga Internasional yang beralamat di jalan Surabaya Nonor 11 Pagesangan Timur Kota Mataram, mentransfer uang sebesar Rp. 405.500.000 kepada Ketua BPPD Loteng, Ida Wahyuni untuk keperluan Keamanan dan Konsumsi Kegiatan Pameran di ITDC Mandalika.

Namun setelah pihaknya mentransfer uang tersebut, kegiatan tersebut ternyata tidak ada. Dan hal itu telah membuat H.Ryan Zaki merasa dirugikan dan melaporkan kasus tersebut ke pihak Mapolres Lombok Tengah tertanggal 1 Februari 2021 lalu.

Menanggapi hal tersebut, Ketua BPPD Loteng, Ida Wahyu saat dikonfirmasi Radio Talenta Lombok via WA-nya menyatakan, kalau kasus tersebut adalah kasus lama. Selain itu ia membantah kalau kegiatan pameran yang dimaksud tidak ada.

“Saat itu memang tidak dijinkan oleh Polda NTB kegiatanya, namun oleh EO (Event Organizer-red) tetap dilaksanakan kok,”ungkapnya.

Lebih jauh lagi Ida menjelaskan, dan tegaskan bahwa event tersebut telah dilaksanakan secara virtual dan dana tersebut sudah digunakan untuk mengurus izin. Sehingga tidak benar tekait dengan info yang menyatakan tidak pernah ada proses kegiatan.

Selain itu, dana tersebut dipakai untuk membeli konsumsi selama 5 hari dan keperluan lain-lain team EO dan pemakaian tempat diadakan acara.

“Disamping itu, karena dia memaksakan ambil tapping video, sehingga dikasi ijin tapping aja oleh Polres Lombok Tengah,”jelas Ida lagi.

Andmesh dan artis lokal Itu imbuh Ida,  adalah dana yang dihabiskan untuk kegiatan tersebut. Dan ada sebagian yang dititip melalui dirinya untuk makanan dan lainnya.

“Dana tersebut memang dititipka pembayarannya melalui saya dan sudah direalisasikan. Event itu memang ditunda dikarenakan tidak mendapatkan ijin dri Polda NTB dan pihak juga sudah meminta untuk mengHOLD dulu untuk merealisasikan kegiatan tersebut,”terangnya.

Alasan mereka lanjut Ida Wahyuni, karena sudah booking artis, hotel dan lainnya. Sehingga event harus tetap dilaksanakan tanpa melibatkan semua stake holder yang ada.

“Jika memang pihak tersebut merasa dirugikan, jelas saya akan bertanggung jawab terkait hal itu,”janji wanita pemilik hidung mancung ini.

Catatan: Artikel ini sudah ditambahkan sesuai permintaan sumber an: Ida Wahyuni sekitar pukul 12.14 Wita ,sabtu 5 Juni 2021. 

 

About Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published.