Home / Beritakini / Entah Malu Atau Tidak, Kejari Loteng Terima Hadiah Kratindaeng dan Antangin dari GNP-Tipikor

Entah Malu Atau Tidak, Kejari Loteng Terima Hadiah Kratindaeng dan Antangin dari GNP-Tipikor

BERITAKINI talentafmnews.com – Entah dengan rasa malu atau tidak, Kejaksaan Negeri (Kejari) Loteng pada kamis 16/6/2022 menerima hadiah berupa beberala botol minuman penguat tenaga, Kratindaeng dan obat anti masuk angin, Antangin dari GNP-Tipikor.

Hadiah tersebut diterima oleh Kepala Seksi (Kasi) Tindak Pidana Khusus (Pidsus) Kejari Loteng, Bharata Hari Putra SH dan disaksikan sejumlah Jaksa lainya. Hadiah itu diberikan langsung oleh Ketua Satgas GNP-Tipikor Lalu Eko Mihardi sesaat setelah diskusi pada hearing yang saat itu dilakukan oleh GNP-Tipikor.

Humas GNP-Tipikor Loteng, Deni Sakti pada kesempatan tersebut menyampaikan, lambannya penanganan kasus yang ditangani oleh Kejari Loteng terutama kasus BLUD dan Puskesmas Awang membuat Loteng gaduh.

“Hal ini akibatkan  banyak spekulasi-spekulasi bermunculan di tengah masyarakat. Bahkan sampai adanya isu B.L.U.D yang artinya, Boss Langkir Usaha Damai,”sindir Deni Sakti.

Harusnya lanjut.Deny Sakti, terkait keterangan adanya buku hitam Dokter Langkir dalam kasus BLUD, tentang aliran dana ke sejumlah pejabat tinggi dan penyitaan uang Rp. 10 juta bersamaan dengan beberapa stempel serta profil perusahaan beberapa bulan lalu oleh Kejari, bisa menjadi alat bukti permulaan.

“Sehingga kini seharusnya sudah ada yang ditetapkan sebagai tersangka. Anehnya, bukti-bukti itu malah hilang kabar. Dokter Langkir sebagai nahkoda BLUD RSUD Praya adalah penanggung jawab penuh terhadap segala hal yang berkaitan dengan manajemen BLUD,” jelas Deny.

Menurutnya, lagi-lagi ada keanehan dan sangat aneh. Apa pertimbangan Kejari melimpahkan PKN ke Inspektorat? Pihaknya menilai bahwa ada kejanggalan kenapa sampai dilimpahkan PKN ke Inspektorat. Seolah-olah kasus dugaan korupsi ditubuh BLUD akan digiring menjadi kesalahan adminstrasi. Apalagi setelah beredar keterangan Kasi Pidsus yang baru. Ternyata yang dihitung masih berkutat pada persoalan makanan kering dan basah.

“Kasus BLUD bukan hanya persoalan makanan saja, ini ada yang gak beres. Kalau memang kejaksaan negeri serius menangani kasus BLUD, harusnya melakukan audit khusus karena menurut saya banyak sekali persoalan di tubuh BLUD. Apalagi adanya hutang puluhan miliar BLUD di situ,” sebutnya.

Alangkah bijaknya jika Kejari melimpahkan Penghitungan Kerugian Negara (PKN) ke BPK.
Atas dasar banyaknya kejanggalan ini, GNP-Tipikor mendatangi Kejari Loteng bersama para praktisi hukum untuk memberikan semangat terhadap kejaksaan dalam penegakan hukum dalam kasus korupsi.

Hanya saja lanjut Deny,  pihaknya sangat kecewa karena Kepala Kejari tidak berani muncul dalam diskusi kali ini. Padahal kata dia, dengan adanya teman-teman praktisi hukum yang hadir di kantornya itu mendapatkan diskusi yang berkualitas.

“Tapi ya sudahlah, kami akan meminta jadwal ulang agar bisa bertemu dengan Kajari,” keluh Deny.

Lebih jauh disampaikan Deni, jangan sampai dengan lambannya penanganan kasus membuat persepsi berbeda di tengah masyarakat. Yang mana, ketika kasus kecil seperti kasus desa, Kejari seperti pelari maraton.

Namun lanjut Deny, ketika berurusan dengan kasus besar yang menyeret nama-nama pejabat, Kejari terkesan masuk angin dan lamban. Atas dasar ini juga, pihaknya punya hadiah kepada Kejari Loteng hari ini (kemarin). Yakni minuman penambah stamina Kratingdaeng dan beberapa bungkus antangin.

“Itu hadiah biar Kejari jangan masuk angin dan berstamina. Jangan lelet seperti orang tak ada semangat, bapak-bapak disini digaji dari uang rakyat. Dunia akhirat akan dipertanggung jawabkan,” tegas pria yang juga Ketua Bapera Loteng ini.

Kasi Pidsus Kejari Loteng Bhrata Hari Putra SH menegaskan,  soal PKN kasus BLUD yang saat ini dilakukan oleh Inspektorat, itu sah-sah saja dan sesuai aturan juga.

Ada banyak putusan yang berdasarkan PKN yang dikeluarkan oleh BPKP dan Inspektorat, bukan hanya BPK. Namun kenapa sekarang menggunakan Inspektorat, tidak menggunakan BPKP, karena didasari BPKP kekurangan SDM. Dan ia pun meyakini GNP-Tipikor, bahwa Kejari akan serius menangani kedua kasus tersebut. Baik BLUD dan Puskesmas Awang.

“Kalau kami ditanya komitmen penangananya, saya tegaskan kami komit terus. Dan lebih baik tidak usah berkomitmen kapan waktu perkara ini selesai, saya kembalikan nanti ke teman-teman. Artinya, percayakan ke kami saja, dan mohon bersabar,” pinta Bharata.

Mau menjadi atensi publik atau tidak kata Bharata,  kasus itu harus dituntaskan jika mencukupi untuk ditindaklanjuti hingga persidangan.

Bharata, meminta kepercayaan GNP-Tipikor untuk menunggu proses yang bergulir di Kejari. Dan ia pastikan, kasus BLUD dan pembangunan Puskesmas Awang ini jadi prioritas.

“Jika lambat penuntasannya, mohon dimaklumi. Kami di Kejari ini SDM-nya tidak banyak. Di satu sisi, ada banyak kasus yang masuk untuk diungkap, wajar proses lamban,” pungkas Bharata.

About Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published.