Home / Peristiwa / Forum Group SUAKA NTB dan FKD Loteng Gelar FGD Konsep Pemberdayaan Dan Pengawasan Pembangunan Desa

Forum Group SUAKA NTB dan FKD Loteng Gelar FGD Konsep Pemberdayaan Dan Pengawasan Pembangunan Desa

BERITAKINI talentafmnews,com – Forum Group Discussion SUAKA NTB dan Forum Kepala Desa (FKD)  Loteng pada rabu 7/8/2019, gelar Focus Group Discussion (FGD) Konsep Pemberdayaan Dan Pengawasan Pembangunan Desa di Hotel Illira Lite Lombok.  Acara tersebut diikuti puluhan Kades se-Lombok Tengah.

Ketua Panitia FGD, Nasrullah dalam sambutanya menyampaikan, kegiatan itu ada setelah sebelumnya berdiskusi disebuah berugak miliknya dan menggaas FGD tersebut.

“Kami sempat pikir kades  yang akan hadir sebanyak 70 hingga 80 persen.  Namun mungkin ada kesibukan sehingga yang hadir hanya sekitar 50 persen,”katanya.

Seloh sapaan akrab Ketua Panitia ini lebih lanjut menyampaikan, kegiatan itu diharapkan akan muncul pembelajaran yang baru dengan hasil yang baru sehingga membuka peluang untuk masyarakat.

Kades Semoyang Zulkarnaen, S.Pd, selaku pengurus FKD dalam sambutanya melihat kegiatan FGD tersebut sangat positif dan diharapkan memberikan ilmu dan strategi atau teknis pembangunan desa baik fisik maupun non fisik, SDM atau infrastruktur lainya.

“Ini momentun yang luar biasa untuk kita mamfaatkan sebaik baiknya. Ini agak mendadak, kades-kades kain sudah komfirmasi ke saya katanya beliau-beliau ada agenda yang tidak bisa ditinggalkan dan mengutus wakilnya,”katanya.

Untuk diketahui lanjut Zulkarnaen, bahwa seluruh kades di loteng ini susah diberikan amanah oleh masyarakat dengan beban yang dipikul sangat luar biasa juga. Sehingga semua harus mampu dan menyadari harus bisa melakukan penyelesaian terbaik dalam menjaga nama baik masyarakat, desa, derah dan bahkan bangsa.

Dalam menyelesaikan berbagai persoalan di desa, Zulkarnaen mengatakan, FKD membuka peluang untuk bersinergi bekerjasama dengan LSM dan media untuk berkordinasi dan bermitra secara profesional dan provorsional.

“Bila ada riak-riak kecil soal dugaan-dugaan, kami siap berkoordinasi dengan rekan-rekan LSM dan media sehingga tidak asal dimuat di media dan tidak terjadi asal lapor. Kita siap kerjasama sehingga semua fungsi pemerintahan desa berjalan dengan baik,”tandasnya.

Adapun Ketua LSM SUAKA, Bustomi Taefuri dalam sambutan singkatnya menyampaikan, kegiatan  dengan tema Membedah Konsep Pemberdayaan Dan Pengawasan Pembangunan Desa itu, dipandang sangat penting karena telah banyak terjadi masalah-masalah yang terkait dengan pembangunan di desa.

“Tema ini sangat urgen untuk didiskusikan, mengingat begitu banyak desa yang saat ini terkena masalah hukum,”katanya singkat.

Sementara itu, Sekda Lombok Tengah, HM.Nursiah,S,Sos,M.Si dalam sambutanya saat membuka FGD itu menyampaikan, seluruh desa di Lombok Tengah yang nota bene berada diwilayah administratif pemerintah kabupaten Lombok Tengah, merupakan potensi Lombok Tengah itu sendiri.

“Desa kalau ukuran luas, masing-masing semua punya luas. Yang dalam ukuran lombok tengah berada didalam administratif Loteng. Berbicara potensi, akan disitulah berada. Ada SDM,  ada SDA,”katanya.

Dalam konteks membangun desa lanjut Sekda, terkait dengan tema yang saat ini akan di diskusikan, Kades merupakan tokoh masyarakat didesa tersebut yang telah dipilih karena merupakan orang terbaik didesa setempat.

“Saya melihat kaitanya demgan konteks tema ini, dalam hal kepemimpinan, dengan kondisi masyarakat yang beragam. Saya yakin kepemipinan pelunguh selaku kades dari proses pemilihan, tidak lepas dari kriteria yang diinginkan masyarakat. Artinya pelungguh terbaik bagi masyarakat pelungguh sami, terbaik dalam segala hal menurut warga setempat,”jelasnya.

Pembinaan desa lanjut Sekda, tidak untuk dalam konteks memvonis, menyalahkan dan semacamnya. Karena kalau hal itu dilakukan, maka bisa membunuh kreatifitas Pemdes untuk berkreasi dan berinovasi dalam membangun desa.

“Kami ingin adek-adek LSM yang telah terbukti keberhasilanya dalam memberikan pembinaan kepada maayarakat ini, kedepan kinerjanya bisa melekat sebagai kerja-kerja pemerintah daerah sebagai mitra. Kami juga berharap akhir dari FGD ini nanti ada MoU seebagai tindak lanjut dalam hal pembinaan dan pengawasan pembangunan desa,”tutupnya. (ding)

About Redaksi

One comment

  1. Look at a finedonation someone is concerned you. http://lignrafater.tk/c4pts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *