Home / Beritakini / Forum LSM Bersatu Loteng Hearing Tolak PPKM, Kapolres: Solusinya Apa?

Forum LSM Bersatu Loteng Hearing Tolak PPKM, Kapolres: Solusinya Apa?

BERITAKINI talentafmnews.com – Belasan orang yang tergabung dalam Forum LSM Bersatu Lombok Tengah (Loteng) NTB, Jumat 30/7/2021, hearing ke DPRD setempat. Mereka menolak Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).

Kedatangan Forum LSM yang terdiri sekitar 13 gabungan LSM di Lombok Tengah tersebut, ditemui oleh Wakil Ketua DPRD, HM.Mayuki S.Ag dan anggota DPRD lainya yakni HL.Sunting Mentas.

DPRD saat itu, juga mengundang sejumlah pihak terkait dalam hearing tersebut. Antara lain, pihak Mapolres Loteng, Kodim 1620 Loteng dan pihak Pemerintah Daerah selaku bagian dari Satgas Covid-19 di Loteng.

Hearing ini, disiarkan secara langsung di halaman facebook: Radio Talenta Lombok. Tonton siaran langsungnya secara lengkap di link berikut:

https://fb.watch/73FLOtoP_x/

https://fb.watch/73FNzsxHq9/

Kapolres Loteng, AKBP. Setyo Nugroho S.IK yang saat itu langsung menghadiri hearing, setelah mendengar panjang lebar yang disampaikan oleh sejumlah anggota dari Forum LSM Bersatu Loteng tersebut, menjelaskan dengan detail dasar-dasar hukum mengenai pelaksanaan PPKM tersebut.

Selain itu, Kapolres juga menjelaskan tentang jenis-jenis dan level dari PPKM tersebut, yang dilaksanakan sesuai dengan status di suatu wilayah atau daerah. Apakah berstatus zona hijau, kuning, oranye atau merah.

“Bahkan PPKM ini berlaku ketingkat RT. Namun kami tidak pernah mendengar ada larangan orang Batujai ke Praya, orang mantang dilarang ke Praya. Tidak pernah ada itu,”tandas Kapolres.

Kapolres menjelaskan, pihaknya melaksanakan PPKM itu sesuai dengan aturan yang ada, baik itu secara teknis dan yang lainya. Bahkan dilakukan dengan snagat humanis dan malah ada kelonggaran.

“Saya melihat, pembatasan buka misalnya sampai jam 8 malam, malah teman-teman anggota dan sat pol PP itu jalan patroli jam setengah 9 malam, bahkan jam 10 malam,”ungkap Kapolres.

Setelah menyampaikan panjang lebar seabrek tentang PPKM tersebut, Kapolres kemudian balik tanya kepada seluruh peserta hearing.

“Kalau bukan PPKM, lalu solusinya apa untuk menekan penyebaran covid-19 ini,”tanya Kapolres.

Menjawab Kapolres tersebut, Ketua LSM Rudal NTB, Kusuma Wardana alias Dodek mengatakan,  sangat setuju dengan apa yang disampaikan kapolres. Ia menyatakan, tentu telah menyiapkan solusi lain dan bukan PPKM.

“Kami datang ke sini membahas PPKM dengan dibekali solusi-solusi dan sudah kami rapatkan,”tandas Dodek.

Adapun solusi yang dimaksud Dodek, dimana penyekatan secara teknis dilakukan di perbatasan kabupaten Lombok Tengah dengan membatasi orang luar Lombok keluar masuk.

Kamudian terkait dengan aturan PPKM yang harus tutup hingga pukul 20.00 wita atau jam 8 malam, ditiadakan. Hal itu diganti dengan cukup mempertegas berlakunya 25 persen dari jumlah kapasitas warung atau restoran yang ada.

“Cukup dengan perketat prokes, yakni memakai masker, jaga jarak, menyediakan dan mewajibkan semua tamu cek suhu badan. Jangan ditutup jam 8 malam,”tegas Dodek.

PPKM tersebut menurut Dodek, telah membuat pendapatan PKL, pedagang dan pengusaha UMKM, warung-warung dan usaha dagang lainya terancam bangkrut.

Hanya saja, diakhir hearing ini tidak ada kesimpulan. Karena hearing keburu ribut dan direncanakan akan hearing lagi senin depan. (red)

 

About Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published.