Home / Beritakini / Gedung Seperti Istana Negara, Diskusi Selamatkan Uang Rakyat di Kantin

Gedung Seperti Istana Negara, Diskusi Selamatkan Uang Rakyat di Kantin

BERITAKINI talentafmnews.com – Gedung Kejaksaan Negeri (Kejari) Lombok Tengah NTB, seperti Istana Negara, namun saat diskusi menyelmatkan uang rakyat miliaran tempatnya di Kantin.

Begitu keluh seorang praktisi hukum muda Lombok yang tergabung dalam GNP-Tipikor, Ahmad Jaelani SH dalam hearing pada kamis 16/6/2022 di Kantor Kejari setempat, meng-kritik keras ketika pihak kejaksaan menerima dirinya dan kawan-kawan praktisi hukum lainya di tempat yang dinilainya tidak representatif.

Dirinya bersama kawan-kawan praktisi hukum lainya lanjut Ahmad Jaelani, datang ke Kejaksaan tersebut dengan niat tulus dan ihklas, dengan penuh semangat dan pikiran untuk mendiskusikan bagaimana agar uang negara yang bersama-sama dicintai, bisa diselamatkan dari tindakan korupsi oknum.

Sebelum memulai hearing dan diskusi tersebut, dirinya lanjut Ahmad Jaelani, sempat melihat-lihat disekitar area dan masuk ke gedung Kejari. Dan ia merasakan kemegahan gedung yang telah dibangun dari APBD Lombok Tengah tersebut.

“Saya melihat ruanganya bagus-bagus, ada korsi dan sofa, semua ada AC-nya. Tetapi kenapa saat berdiskusi dengan rakyat untuk menyelamatkan uang negara miliaran tempatnya di Kantin?”ucap Ahmad Jaelani.

Dengan tidak bermaksud menyombongkan diri, Ahmad Jaelani mengungkapkan bahwa yang hadir dalam hearing dan tergabung dalam GNP-Tipikor tersebut adalah tokoh-tokoh praktisi hukum muda di Lombok Tengah antara lain, Lalu Eko Mihardi, Deny Sakti, Maulana Ma’rip SH, L..bintang M. Arty, SH, Aziz Bahri SH, Lalu.Deny Rusmin J SH an lainya, merupakan tokoh muda yang bisa diandalkan pemikiran untuk membantu Kejaksaan.

“Namun bagimana pikiran, inspirasi dan ide kita tidak buyar, kalau kita diskusi di kantin seperti ini, ketika bau sambel, bawang diiris, suara gemercik minyak goreng dan pegawai lain lalu lalang ke kantin untuk makan dan minum, apalagi pengeras suara tidak ada,”imbuh Ahmad Jaelani di depan Kasi Pidsus Kejari Loteng, Bharata Heri Putra.

Untuk itu, Ahmad Jaelani berharap agar kedepan saat dirinya atau masyarakat lain yang mau hearing di Kejaksaan agar tidak lagi diterima di Kantin tersebut.

 

About Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published.