Home / Beritakini / Gempar NTB Hearing di Puskesmas Sigerongan, Pertanyakan Lambanya Vaksinasi

Gempar NTB Hearing di Puskesmas Sigerongan, Pertanyakan Lambanya Vaksinasi

BERITAKINI talentafmnews.com – Belasan pengurus dan anggota Gempar NTB, hearing di Puskesmas Sigerongan Kecamatan Lingsar Lombok Barat (Lobar) NTB, mereka mempertanyakan soal lambatnya pelayanan vaksinasi di wilayah tersebut.

Ketua LSM Gempar NTB Lobar, Saeful Rahman, dalam hearing tersebut mempertanyakan lambannya pelaksanaan vaksinasi di masyarakat bawah di wilayah kerja Puskesamas Sigerongan.

Akibat lamban itu, membuat target tidak bisa terpenuhi sesuai dengan arahan dari pemerintah pusa.

“Kalau  tetap lamban seperti ini, kami akan tetap mengawal program vaksinasi tersebut sampai bisa terpenuhi target. Karena sekarang masyarakat yang ada di wilayah kerja Puskesmas Sigerongan sudah antusias untuk di Vaksin,”tandas Saeful Rahman.

Sekretaris LSM Gempar NTB Lobar Muliadi, memberikan solusi kepada Kepala Puskesmas terkait dengan tehknis pelaksanaan vaksinasi tersebut.

“Mengingat jatah vaksin untuk masing-masing puskesmas terbatas, maka setiap ada vaksin turun untuk diarahkan di satu desa, sesuai dengan kondisi dan jumlah masyarakat yang sudah di vaksin. Ini agar mendapatkan hasil yang diharapkan,”harap Muliadi.

Menjawab hal tersebut, Kepala Puskesmas Sigerongan, drg.Evi Maria menyampaikan, bahwa dalam pelaksanaan kegiatan vaksinasi pertama, banyak mendapatkan kesulitan di masyarakat dalam mencapai sasaran.

Sehingga pihaknya melakukan vaksinasi pada pedagang dan pelayanan publik. Dan capaian vaksinasi ditahap pertama sebanyak 2724 orang. Itupun tidak semua masyarakat di wilayah kerja Puskesmas yang datang untuk di vaksin.

“Sekarang masyarakat banyak yang mau di vaksin, tapi kendala kita di vaksin yang mana pendistribusian vaksin terbatas dari kabupaten,”ungkap Evi Maria.

Terkait dengan usulan soal tehknis vaksinasi dari Gempar NTB, Evi Maria akan mencoba untuk melaksanakanya.

Sementara itu,  Camat Lingsar Marzuqi menyampaikn,  dari Forum Pimpinan Kecamatan tidak henti-hentinya mensosialisasikan terkait dengan vaksin tersebut.

“Tapi karena kita masih kekurangan vaksin sehingga pencapaian target belum bisa terpenuhi,”jelasnya. (tim)

 

About Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published.