Home / Beritakini / Kades Beserta Tokoh Batukliang-Batukliang Utara Kompak Dukung Sirkuit Motocross

Kades Beserta Tokoh Batukliang-Batukliang Utara Kompak Dukung Sirkuit Motocross

BERITAKINI talentafmnews.com – Kepala Desa (Kades), Tokoh Masyarakat dan Masyarakat se-Kecamatan Batukliang-Batukliang Utara, komit dukung pembangunan Sirkuit Motocross di Desa Lantan Kecamatan Batukliang Utara NTB.

Komitment tersebut, disepakati setelah seluruh kades se-Kecamatan Batukliang-Batukliang Utara, para tokoh dan sejumlah perwakilan warga dari kedua kecamatan, Jumat Malam 8/4/2022, melakukan Focus Group Discussion (FDG) terkait pembangunan sirkuit motocross tersebut di Aula Kantor Camat Batukliang Utara.

Link live streaming :

https://fb.watch/ch45sbISNi/

Anggota Tim Percepatan Pembangunan (TPP) Lombok Tengah, Samsul Rizal SH dalam sambutanya pada FGD tersebut menyampaikan, Bupati Lombok Tengah sangat serius dalam pembangunan sirkuit yang akan dibangin di lahan sekitar 13 hektar tersebut.

Samsul Rizal menyakini, Bupati telah melakukan kajian-kajian dan pertimbangan yang matang sehingga memutuskan untuk membangun sirkuit di wilayah utara Lombok Tengah, sebagai perimbangan pembangunan antara wilayah selatan dan utara.

“Jadi pembangunan ini adalah pembangunan yang sangat besar. Sehingga kami yakin, Bupati telah mempertimbagkan hal ini dengan matang,”tandas pengacara muda ini.

Mantan Kades Pagutan ini lebih jauh menjelaskan, sebagai bukti keseriusan pembangunan itu, sejak sebelum puasa lalu, pembangunan sirkuit tersebut telah mulai dibangun dengan memaksimalkan potensi-potensi anggaran non bugetting yang diupayakan Bupati.

“Diskusi ini-pun bentuk keseriusan pembangunan Sirkuit ini yang fokus pada apa yang perlu dilakukan  dan disiapkan untuk menjelang pembangunan sirkuit ini dari segala sisi dan segala bidang,”tandas pria yang pernah menjadi Ketua LSM Suaka ini.

Camat Batukliang Utara, H.Muhammad Syukri S.Ip pada kesempatan tersebut memyampaikan, pihaknya bersama Bupati dan jajaran Pemkab Lombok Tengah beberapa waktu lalu, pernah diajak berkungjung langsung ke lokasi pembangunan Sirkuit tersebut.

“Dan kami melihat pembanguan sudah  dimulai, terutama pembangunan Lintasanya dan bukan hanya sekedar pembersihan di sekitar lokasi,”kata Camat.

Yang belum saat ini lanjut Camat, bagaimana kesiapan masyarakat setempat dalam menghadapi pembangunan tersebut untuk menemukan berbagai peluang yang ada setelah berbagai event di Sirkuit tersebut digelar.

“Itulah yang didiskusikan malam ini dengan narsumber-narasumber seperti, Ketua Forum Kades Batukilang Utara, Batukliang, Direktur PDAM dan juga dari pihak TNI/POLRI dari sisi keamanan,”kata Camat.

Sementara itu, Direktur PDAM (Plt) Lombok Tengah, Bambang Supraptomo pada kesempatan tersebut menjawab kekhawatiran sejumlah orang atas rencana pembangunan sirkuit tersebut.

Dimana dikhawatirkan, dengan adanya pembangunan sirkuir di lahan seluar sekitar 13 hektar di Desa Lantan tersebut akan menggangu keberadaan sumber mata air yang menjadi tumpuan air bersih di Lombok Tengah.

Direktur termuda PDAM Tirtha Ardya Rinjani ini menjelaskan, kalau kawasan Sirkuit Motocross tersebut lokasi yang lapang dan tidak ditumbuhi oleh pohon-pohon besar penyangga sumber mata air.

“Di wilayah itu, kondisinya lapang-lapang saja. Di sana hampir keseluruhanya ditanami oleh tanaman buah-buahan dan telah dimamfaatkan oleh masyarakat menanam pisang dan lain sebagainya,”ungkap Bambang Supraptomo.

Maka dari itu lanjutnya, pembangunan Sirkuit tersebut dari hasil kajian pihaknya tidak akan terlalu berdampak signifikan terhadap keberadaan sumber mata air yang ada. Apalagi lokasi sirkuit tersebut, cukup jauh dengan sumber-sumber mata air yang ada.

“Jadi saya rasa kekhawatiran yang ada, nantinya akan terjawab setelah event-event itu digelar di Siekuit ini. Semua pengembangan dan kemajuan pembangunan,  nanti akan mengikuti pembangunan di sirkuit ini,”tandas Bambang.

Camat Batukliamg, Lalu Sudirman dalam pemaparanya, yang perlu dilakukan saat ini daan dalam waktu segera, memetakan potensi yang dimiliki oleh seluruh desa.

Dimana terkait soal potensi itu, telah lama digaungkan program one village one product dan hal itulah yang saat nyata dibutuhkan setelah berbagai event Internasional digelar di Lombok Tengah.

“Selain itu, potensi yang perlu kita petakan terkait dengan sarana dan prasarana, sumber daya manusia, diantaranya anak-anak muda kita, semua harus kita siapkan. Dan kesiapan ini harus bisa dalam hitungan bulan,”kata Camat.

Sebenarnya lanjut Camat, potensi tersebut sudah ada dan tinggal disentuh agar sesuai dan bisa dimamfaat dan standar dengan kegiatan Motocross yang akan digelar.

Ketua Forum Kades Batukliang, Agus Kusuma Hadi, pada kesempatan tersebut menuturkan pengalamanya pada event motoGP di Sirkuit Mandalika.

Dimana ia menjual kamar rumahnya layaknya home stay. Dan saat itu mendapat tamu sekeluarga dari Australia untuk menonton MotoGP dan menginap di rumahnya selama 4 hari.

“Kalau saya hitung-hitung, dari total harga kamar rumah saya itu, keuntungan yang saya peroleh sekitar Rp.13 juta. Itupun karena saya memberikan service lebih kepada mereka, kalau saya irit, saya bisa dapat untuk Rp.15 juta,”tutur Agus Kusuma Hadi.

Padahal pelayanan yang diberikan, termasuk makan dan transportasi antar jemput, serta tiket menonton MotoGP. Ia menceritakan itu bukan bermaksud untuk sombong, namun agar menjadi inspirasi seluruh masyarakat.

Agus mengajak untuk merubah cara berfikir agar tidak hanya berharap sekedar menjadi  karyawan atau petugas saat Sirkuit tersebut nantinya beroperasi. Namun berfikir bagaimana memberdayakan diri menjadi mandor di wilayah sendiri.

“Karena mau tidak mau, suka tidak suka, dengan adanya event nasional yang akan diadakan di wilayah utara ini, saya yakin akan banyak orang datang ketempat kita ini,”tandas Agus Kusuma Hadi.

Untuk itu, Agus berharap ada konsep kolaborasi antara seluruh desa, kecamatan dan juga kabupaten. Sehingga diketahui apa peran pihak desa, peran pihak kecamatan dan juga peran kabupaten. Hal itu agar mamfaat besar dari Sirkuit itu bisa dirasakan oleh seluruh masyarakat, khususnya di bagian utara dan umumnya Lombok Tengah.

“Belajar dari MotoGP, kalau bali bisa menjual paketnya untuk GG, banyuwangi juga begitu, maka kita saatnya juga harus bisa sperti itu,”tandas Kades yang sekaligus aktivis ini.

Ketua Forum Kades Kecamatan Batukliang Utara, Moh.Ipkan S.Pd menyampaikan kebanggaanya atas akan dibangunya sirkuit motocross tersebut. Hanya saja jangan sampai kebanggaan tersebut, membuat lupa mempersiapkan segala sesuatu memyambut sirkuit tersebut.

“Jangan sampai petugas angkat bendera saja, harus didatangkan dari luar, maka kita harus mempersiapkanya dari sekarang. Karena giar sirkuit motocross ini sudah dalam hitungan bulan,”kata Ipkan.

Ipkan berharap, keluhan-keluhan yang terlontar dari sejumlah kades di wilayah selatan terkait motoGP akan dialami juga oleh Kades dan masyarakat di utara saat Motocross berlangsung.

Tampaknya lanjut Ipkan, pemkab perlu memberikan gambaran seperti apa pelaksanaan motocross tersebut. Sehingga pihaknya bisa mempersiapkan segala hal yang bisa dikolaborasikan untuk mensukseskan event motocross tersebut nantinya.

Setelah pemaparan para narasumber tersebut, sejumlah kades dan juga pihak kesehatan seperti Kepala Puskesmas ikut memyampaikan pendapatnya dalam sesi diskusi.

Tak hanya itu, sejumlah anggota BPD dari sejumlah desa juga angkat bicara, begitu juga perwakilan dari pihak TNI/POLRI menyampaikan pendapat.

Inti dari semua pendapat itu, mendukung penuh pembangunan Sirkuit Motocross tersebut hingga digelarnya event-event motocross pada tahun-tahun berikutnya.

Kesepakatan itupun dituangkan dalam sebuag berita acara komitmen bersama yang ditandangani oleh perwakilan tokoh dan masyarakat se-Kecamatan Batukliang-Batukliang Utara.

 

About Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published.