Home / Beritakini / Kasta NTB Datangi BPN Mataram, Dampingi Warga Yang Tanahnya Diduga Disertifikatkan Oknum

Kasta NTB Datangi BPN Mataram, Dampingi Warga Yang Tanahnya Diduga Disertifikatkan Oknum

BERITAKINI talentafmnews.com – LSM Kasta NTB DPD Kodya Mataram dan DPD Lombok Barat pada selasa 28/9/2021, dampingi warga audiensi di Badan Pertanahan Nasional (BPN) setempat, terkaid tanah warga yang diduga disertifikatkan oknum.

Adapun warga yang didampingi adalah warga Lingkungan Bintaro Jaya yang telah menempati lahan seluas sekitar 52 are selama sekitar lebih dari 25 tahun, namun akhir-akhir ini masyarakat sangat diresahkan oleh adanya oknum-oknum yang mengaku selaku pemegang sertifikat atas tanah tersebut.

Tokoh Masyarakat Bintaro Jaya, Erwin mengungkapkan, sepengetahuan dirinya tanah itu merupakan tanah tidak bertuan dan masyarakat diminta untuk mengelola tanah dimaksud sebagai tempat tinggal oleh seorang politisi Kodya Mataram yakni Eka Dana disebabkan karena banyak masyarakat dilingkungan tersebut belum memiliki tempat tinggal.

“Kami disuruh tinggal di lahan itu oleh pak Eka Dana sewaktu beliau menjabat sebagai DPRD Kota Mataram, selain beliau juga kami sudah pertegas kepada Alm. H. Mujitahid dan Alm. H M. Ruslan terkait status lahan tersebut namun semuanya menjawab dipersilahkan kepada kami untuk tinggal”, ungkapnya.

Namun dirinya heran ketika akhir-akhir ini muncul serrifikat yang mengaku pemilik lahan tersebut.

“Kok bisa baru sekarang orang ngaku-ngaku jika tanah itu miliknya padahal kami sudah tinggal berpuluh-puluh tahun sampai beranak pinak disini”, tambahnya.

Erwin berharap persoalan ini segera dituntaskan agar tidak ada oknum-oknum yang memanfaatkan persoalan ini untuk kepentingan sepihak.

Ketua LSM KASTA NTB DPD Kodya Mataram, Ali Syahbana menegaskan, pihaknya akan mendampingi persoalan ini sampai tuntas, sehingga mendapat kepastian apa dan bagaimana posisi warga Lingkungan Bintaro Jaya saat ini.

“Jika itu memang hak milik perorangan, kenapa baru sekarang digubris. Dan apa dasar penerbitan sertifikat lahan dimaksud,”ungkapnya.

Namun lanjut Ali Sahbana, jika itu memang benar tanah tak bertuan alias tanah gege, maka pihaknya berharap pemerintah dengan tegas memberikan kepada warga-warga yang menempati lahan dimaksud. Tentu dengan bagian serta besaran yang harus disepakati bersama.

“Kami akan kawal sampai tuntas, jika BPN Kota Mataran Tidak bisa memberikan titik terang terhadap persoalan ini, maka kami bersama pengurus pusat, akan menyatakan sikap tegas dan akan mengambil langkah-langkah hukum sesuai aturan yang berlaku”, pungkasnya.

Sementara itub Kepala Kantor BPN Mataram,  Imam Sunaryo menyampaikan, pihaknya menerima surat terkait audiensi tersebut baru kemarin sore. Sehingga ia minta waktu untuk menindak lanjuti aduan masyarakat tersebut.

Imam Sunaryo berjanji akan melakukan upaya-upaya tambahan untuk membantu masyarakat agar persoalan ini segera terang benderang.

Selain itu, pihak BPN belum berani memberikan keputusan yang mendasar, disebabkan belum melakukan kroshceck terhadap data-data yang ada saat ini.

“Kami berterimakasih kepada LSM KASTA NTB Yang telah bersedia mendampingi warga untuk berkomunikasi dengan kami. Sebab, tanpa ada komunikasi seperti ini tentu kami tidak ketahui jika objek yang tertera pada serrifikat ini diduga bermasalah,”ungkapnya.

“Untuk itu kami mohon waktu untuk mengkaji dokumen-dokumen yang ada dan nanti hasilnya akan kami sampaikan,”janjinya.

Imam Sunaryo, menyarankan agar masyarakat menjalin komunikasi dengan Lurah setempat, sebab ia yang lebih tahu tentang masalah tersebut.(tim)

About Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published.