Home / Peristiwa / Kasta NTB Desak APH Tangkap Pengemplang 10 Miliar Dana Nasabah Bank NTB Syariah

Kasta NTB Desak APH Tangkap Pengemplang 10 Miliar Dana Nasabah Bank NTB Syariah

BERITAKINI talentafmnews.com – Kasta NTB desak Aparat Penegak Hukum (APH) segera tangkap pengemplang Rp.10 Miliar dana nasabah Bank NTB Syariah.

Presiden Kasta NTB, Lalu Wink Haris pada rabu 31/3/2021 mendesak APH agar benar-benar melakukan pendalaman atas terjadinya praktek penggelapan dana bank NTB, yang menurut keterangan dari pihak bank dilakukan oleh seorang oknum karyawan setingkat penyelia.

“Disebutkan juga kalau praktek penyelewengan tersebut berlangsung sejak tahun 2012, dimana saat itu mulai konversi dari bank konvensional menuju bank syari’ah hingga ditemukan 10 miliar rupiah dana bank hilang dan masuk ke tiga rekening pribadi pegawai tersebut,”kata Lalu Wink.

Pohaknya lanjut Lalu Wink, melihat perkara ini secara menyeluruh dan dapat diasumsikan kalau kerja oknum pegawai bank tersebut tidak mungkin sendirian, sebab semua tahu kalau sistem kerja di bank itu pasti kolektif dan terkoneksi satu dengan yang lainnya.

“Apalagi ini hanya sekelas jabatan Penyelia yang masih punya atasan yang tentu berada dalam pengawasan dan persetujuanya, kecuali kalau hal ini dilakukan oleh pucuk pimpinan dengan akses informasi dan kekuasaan yang lebih barangkali kasusnya bisa berbeda, ini korupsi berjamaah,”kata presiden KASTA NTB Lalu wink haris.

Pihaknya lanjut Lalu Wink, berharap pihak kepolisian yang menerima laporan dari manajemen bank NTB agar menelusuri kasus ini sejak awal. Sebab praktek penggelapan dana Bank ini terjadi bertahun-tahun dan lolos dari pengawasan internal bank.

“Maka publik layak menuding kalau manajemen bank NTB ini bobrok dan tidak profesional. Membiarkan seorang karyawan melakukan transaksi berupa transfer dana ke rekening pribadinya hingga mencapai angka puluhan miliar selama bertahun-tahun, jelas menunjukkan kebobrokan sistemik dari manajemen bank milik rakyat NTB ini,”ungkap Wink.

Karena praktek pembobolan dana bank tersebut, kesannya dilakukan dengan sangat mudah dan lolos dari pengawasan pihak internal bank, maka masyarakat pantas ragu untuk menempatkan dana mereka di bank NTB, ini soal keamanan uang mereka.

Dalam kasus ini lanjut Lalu Wink, maka jajaran direksi mulai dari Dirut hingga direktur-direktur lainnya, harus dimintai pertanggungjawaban baik secara hukum maupun administratif, akibat kelalaian mereka menjalankan tugas sehingga uang milik bank plat merah ini bisa dengan gampang raib entah kemana.

“Potensi terjadinya kongkalikong dan kerjasama kolektif antar banyak pihak di internal bank untuk memuluskan upaya “penggarongan” duit bank milik rakyat NTB sangat besar,” tuding lalu wink,

Maka pihaknya berharap agar kasus raibnya dana bank ini benar-benar dituntaskan secara hukum dan mendesak pemprov NTB dan semua Pemkab pemilik modal agar memberhentikan jajaran direksi sebagai bentuk tanggung jawab mereka.

About Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *