Home / Beritakini / Kasta NTB Kecam Proyek Bypass-BIL yang Buat Anak Didik 2 Sekolah Diduga Terlantar

Kasta NTB Kecam Proyek Bypass-BIL yang Buat Anak Didik 2 Sekolah Diduga Terlantar

BERITAKINI talentafmnews.com – Kasta NTB mengecam keras kelalaian pemerintah daerah dalam mengantisipasi dampak pelaksanaan proyek by pass BIL-Mandalika yang ternyata menyebabkan dua sekolah harus digusur.

Presiden Kasta NTB, Lalu Wink Haris pada selasa 13/7/2021 kepada Radio Talenta Lombok secara tertulis menyampaikan, kedua sekolah tersebut yakni sekolah Dasar Negeri Tonjer dan SMPN 8 Pujut yang mengakibatkan siswa siswi di kedua sekolah tersebut terpaksa harus melaksanakan kegiatan belajar mengajar di areal persawahan dan di emperan rumah warga.

“Hal ini menunjukkan bahwa pemerintah abai dalam mengantisipasi apa saja yang seharusnya menjadi prioritas untuk disiapkan terlebih dahulu sebelum proyek tersebut dilaksanakan,”kata Lalu Wink Haris.

Urusan pendidikan menjadi aspek paling utama, disamping persoalan ganti rugi lahan warga untuk diselesaikan terlebih dahulu. Karena ini menyangkut nasib anak didik dalam menerima pendidikan yang ideal dan berkualitas.

“Kita sesalkan lambannya pemikiran dan aksi nyata dari pemerintah daerah untuk mengantisipasi hal ini, sebab data-data terkait semua fasilitas umum yang akan terdampak oleh proses pembangunan jalan by pass itu pasti sejak awal sudah berada di tangan pemerintah daerah,”imbuh LWH, akronim pria grondrong ini.

Dan itu lanjut lanjut LWH,  seharusnya segera disikapi terlebih dahulu. Jangan hanya sibuk menjembatani proses pergantian harga tanah warga yang terdampak saja, tetapi urusan pergantian gedung sekolah malah diabaikan.

Pihaknya imbuh LWH, meminta kepada pemerintah daerah melalui dinas pendidikan untuk segera mencarikan lokasi yang ideal dan manusiawi bagi para siswa untuk melakukan kegiatan pembelajaran.

Sebab membangun gedung sekolah baru itu, pasti butuh proses yang cukup lama. Sehingga tidak mungkin membiarkan anak- anak menerima pelajaran di areal sawah atau rumah warga.

Rencana pemkab membangun sekolah pengganti yang akan dimulai pada bulan September yang akan datang, memberikan konsekuensi kepada para siswa untuk tidak punya tempat belajar mungkin bisa sampai satu tahun ajaran.

“Maka jalan keluarnya adalah pemkab harus segera mencarikan atau membangunkan ruang belajar sementara yang representatif untuk kegiatan belajar mengajar,”pungkas pria berwajah sangar namun berhati lembut ini.

Kadis Pendidikan Lombok Tengah (plt), M.Nazili saat dikomfirmasi terkait dengan hal tersebut via WA-nya, belum memberikan tanggapan.(*)

About Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published.