Home / Beritakini / Kasta NTB Kembali Kritik Keras Distribusi Pupuk di Loteng

Kasta NTB Kembali Kritik Keras Distribusi Pupuk di Loteng

BERITAKINI talentafmnews.com – Kasta NTB kembali kritik keras soal distribusi pupuk di Lombok Tengah NTB.

Kasta NTB melalui ketua DPC Praya timur, Sumenep Mahendra pada senin 14/6/2021 mengkritik keras soal tata kelola distribusi pupuk di kecamatan Praya timur musim tanam tahun ini.

Penerimaan pupuk tidak maksimal sesuai e-RDKK oleh Kelompok Tani di Praya Timur diduga akibat ulah permainan pengecer dan lemahnya pengawasan tenaga fungsional di UPT pertanian Praya timur.

“Penjelasan dari Dinas Pertanian Lombok Tengah maupun dari pihak distributor dalam hal ini CV Fortuna sudah jelas, bahwa semua pupuk sudah terdistribusi ke masing masing pengecer sesuai data usulan masing-masing Poktan,”ungkap Sumenep Mahendra.

Jadi kalau ternyata ada kelompok yang tidak mendapatkan jatah mereka lanjut Sumenep Mahendra, maka  jelas ada sindikat pemain pupuk yang mencari keuntungan pribadi dengan menggelapkan jatah petani.

Keterangan sementara dari pihak UPT. Pertanian Praya Timur, menyebut kalau ada kesalahan distribusi. Dimana ada petani yang tidak terdata dalam e RDKK, tetapi mendapatkan pupuk.

“Ini jelas menunjukkan kalau ada permainan,”tandas Mahendra, sapaan akrab Ketua DPC Kasta Praya Timur ini.

Temuan Kasta NTB di lapangan, untuk pupuk SP 36 bahkan ada yang dijual jauh di atas Harga Eceran Tertinggi (HET), Petani bahkan ada yang beli sampai harga 350 ribu/kuintal sementara HET 225.

“Ini kan kurang ajar sekali,” cetus Hendra.

Pihaknya, mendesak supaya Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Lombok Tengah, segera mengevaluasi petugas penyuluh lapangan UTD pertanian kecamatan Praya Timur. Karena jelas-jelas terlibat dalam sindikasi penjualan pupuk subsidi ke penerima yang tidak seharusnya mendapatkan.

“Kami juga mendesak distributor CV Fortuna agar memecat pengecer nakal yang memanfaatkan momentum kebutuhan petani terhadap pupuk untuk bermain main dengan harga,”ujar Hendra.

Pihaknya lanjut Hendra, akan segera berkoordinasi dengan kepolisian Resort Lombok Tengah untuk mendalami potensi kejahatan yang dilakukan oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab tersebut.

“Ini agar segera diproses hukum. Sebab memainkan pupuk subsidi ketika petani sedang butuh adalah kejahatan,”pungkas Hendra.

About Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published.