Home / Peristiwa / Kasta NTB Lombok Barat: Penari Telanjang Muncul Imbas Amburadulnya Tatakelola Kawasan Wisata Senggigi

Kasta NTB Lombok Barat: Penari Telanjang Muncul Imbas Amburadulnya Tatakelola Kawasan Wisata Senggigi

BERITAKINI talentafmnews.com – Penari telanjang muncul imbas amburadulnya tatakelola kawasan wisata Senggigi. Demikian disampaikan Ketua Kasta NTB DPD Lombok Barat, Al Hadi Moeis, Kamis 13/2/2020 dalam pernyataan tertulisnya kepada Talentafm.

Lebih lanjut Al Hadi Moeis,  bicara soal temuan adanya penari telanjang di salah satu cafe di wilayah senggigi, membuatnya merasa miris dan kecewa. Karena hal tersebut jelas mencoreng semangat wisata halal yang selama ini digaungkan pemerintah.

Ilustrasi

“Hal ini jelas bertengan dengan norma hukum, tetapi hendaknya pemerintah dalam hal ini pemkab lobar (Lombok Barat-red) jernih melihat akar masalah munculnya “menu” tarian telanjang di Club malan tersebut, kalau kita mau jujur hal ini adalah imbas dari amburadulnya tata kelola kawasan wisata senggigi,”katanya.

Selama ini lanjut Al Hadi Moeis, perhatian pemkab lobar hanya sebatas sebagai pihak penarik retribusi dari para pengusaha tanpa mau berpikir bagaimana situasi dan iklim usaha, terutama dunia hiburan malam saat ini di senggigi yang cenderung sepi pengunjung.

“Di Lobar jarang dilaksanakan event-event yang dianggap mampu mendatangkan wisatawan ke kawasan senggigi, plus pembangunan fasilitas penunjang lainnya yang masih minim. Itu membuat wisatawan cenderung tidak mau singgah ke senggigi,”imbuhnya.

“Hal-hal prinsip saja seperti lampu penerangan jalan masih belum bisa dimaksimalkan layanannya oleh pemkab karena terbukti di beberapa titik masih gelap gulita,”kata Aldi sapaan akrab Ketua Kasta NTB Lobar ini menambahkan.

Keluhan asosiasi pengusaha Hotel di senggigi adalah tingginya retribusi yang harus mereka bayar dan tidak peduli apakah situasi kunjungan wisatawan rendah atau tidak. Hal itu membuat mereka harus putar otak dan barangkali terpaksa harus menanggung resiko berhadapan dengan hukum dengan memberikan layanan tarian telanjang demi menggaet tamu.

“Situasi begini tentu tidak akan selesai dengan hanya saling menyakahkan satu sama lain, tetapi harusnya menjadi ajang evaluasi kinerja pemkab lobar melalui OPD terkait apakah selama ini sudah maksimal melakukan pembinaan dan pengawasan,”tandasnya.

Jika tidak lanjut Aldi,  maka seharusnya semua pihak diberikan sangsi dan tidak semata melimpahkan kesalahan kepada pihak pengelola hiburan malam.

“Menyuguhkan tarian telanjang jelas salah. Tetapi harus pula disikapi secara komprehensif akar masalahnya, agar kedepan hal ini tidak terulang lagi. Pemkab jangan hanya koar-koar di media melakukan pengecaman, tetapi pada faktanya tidak melakukan tindakan apapun,”pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Lombok Barat, dikomfirmasi Talentafm viia phone celulernya tidak menerima mengangkat panggilan Talentafm. (tim)

 

About Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published.