Home / Beritakini / Kasta NTB Lombok Tengah: “Kenaikan TPP Lumrah, Namun Harus Dibarengi Hal Berikut”

Kasta NTB Lombok Tengah: “Kenaikan TPP Lumrah, Namun Harus Dibarengi Hal Berikut”

BERITAKINI talentafmnews.com – Menyikapi kenaikan Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) yang bakal diterima oleh pejabat eselon di pemkab Lombok tengah, ketua kasta NTB DPD Lombok Tengah, Lalu Arik Rahman Hakim SH menyebutkan, bahwa kebijakan tersebut sebagai sesuatu yang biasa saja.

Sebagai bagian dari hak ASN sebagaimana yang diatur dalam UU nomor 5 tahun 2014 dimana ASN berhak mendapatkan kelayakan gaji tunjangan, cuti, pensiun dan jaminan hari tua maka kenaikan TPP tersebut adalah sesuatu yang lumrah saja.

“Karena semua tentu sudah melalui berbagai pertimbangan obyektif, baik itu tentang beban kerja dan lain-lain, termasuk didalamnya kemampuan keuangan daerah untuk menjamin bahwa hak-hak ASN tersebut dapat dibayarkan,”kata Lalu Arik, Selasa 5/4/2022 dalam rilisnya kepada Talenta FM.

Tentu menjadi catatan  bersama, bahwa kenaikan TPP tersebut haruslah dibarengi dengan mutu dan kualitas pelayanan publik kepada masyarakat, karena bagaimanapun sumber pembiayaan untuk semua jenis kenaikan gaji ASN sumbernya dari masyarakat juga.

Satu hal yang tidak boleh luput dari perhatian Pemkab loteng adalah soal nasib para Guru Tidak Tetap/GTT dan Pegawai Tidak Tetap/PTT yang selama ini terkesan luput dari perhatian pemerintah, insentif GTT/PTT juga sudah saatnya dinaikkan, kita prihatin sejak tahun 2017 para GTT hanya menerima insentif 100.000 rupiah per bulan yang dibayarkan setiap tiga bulan.

“Roda birokrasi kita selama ini tidak bisa lepas dari peran sentral tenaga honorer dan selayaknya mereka dihargai secara manusiawi. Tidak elok juga kita melihat kenaikan Tambahan Penghasilan Pegawai/TPP untuk para pejabat cukup signifikan sementara para tenaga honorer kita masih dihargai sangat tidak manusiawi,”jelas pengacara muda ini.

Sejak dulu Kasta NTB, meminta Pemkab agar memperhatikan nasib GTT/PTT, tapi jawaban yang diterima selalu karena alasan ketidak mampuan keuangan daerah.

“Barangkali sekarang saatnya Bupati Lalu Pathul Bahri dan Wabup Nursiah merealisasikan janji kampanye mereka untuk lebih memperhatikan nasib para GTT/PTT dengan menaikkan insentif bulanan mereka,” pungkas pria asal Desa Tanak Awu ini.

About Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published.