Home / Beritakini / KASTA NTB, Sikapi Banyaknya Jabatan Lowong Di Lombok Tengah

KASTA NTB, Sikapi Banyaknya Jabatan Lowong Di Lombok Tengah

BERITAKINI talentafmnews.com Lombok Tengah – Menyikapi banyak posisi jabatan eselon II yang lowong, termasuk jabatan sekertaris daerah di Kabupaten Lombok tengah, KASTA NTB minta Bupati dan Wakil Bupati setempat profesional dalam penempatan birokrat.

Demikian disampaikan Presiden KASTA NTB, Lalu Wink Haris pada Jumat 23/4/2021 dalam press rilisnya kepada Radio Talenta Lombok.

KASTA NTB berharap Bupati dan Wakil Bupati benar-benar menjalankan manajemen profesional dalam penempatan birokrat pada jabata-jabatan Kepala Dinas hingga Sekda tersebut.

Lombok Tengah lanjut Lalu Wink Haris,  butuh birokrat yang visioner, konseptor dan kompeten di bidang tugasnya, maka figur figur yang kuat latar belakang baik pengalaman, leadership dan pengetahuan di bidang tugas sesuai jabatannya harus diutamakan.

“Objektivitas penilaian Kepala Daerah, harus lebih diutamakan daripada kepentingan subyektivitas personal maupun interest politik terkait balas Budi dan balas jasa atas kontribusi di pilkada terdahulu misalnya,” kata Lalu Wink.

Untuk Jabatan Sekda yang masih di plt-kan sampai saat ini, KASTA.NTB berharap yang akan terpilih nanti melalui tahapan dan seleksi yang ketat, adalah figur birokrat yang kapabilitasnya terjamin serta integritasnya teruji.

“Disamping itu, yang tidak kalah penting tentu jaminan kemampuan intelektualitasnya yang tidak diragukan lagi,”imbuh Wink.

Sebagai ketua TAPD, sekda terpilih nantinya harus benar-benar mampu mengimplementasikan program-program kerja pimpinan daerah secara runut dan mendetail serta dapat dipertanggungjawabkan di semua organisasi perangkat daerah yang ada.

Posisi Sekda harus diisi oleh birokrat yang teruji kualitas dan kapabilitasnya, baik melalui rekam jejak saat menjabat sebagai pejabat eselon di beberapa OPD maupun pertimbangan lainnya.

Setidaknya tandas Lalu Wink Haris, publik bisa tahu kalau memang yang bersangkutan layak menjabat sebagai sekretaris daerah, bukan seperti sosok “meong dalam karung”

“Apalagi sampai memberikan peluang kepada birokrat yang mengandung potensi persoalan hukum atas sepak terjangnya selama menjabat sebagai kepala dinas di OPD tertentu atau pejabat yang secara kualitas masih standar saja,”jelasnya.

Dalam penentuan pejabat setingkat kepala dinas lanjut Lalu Wink, salah satu faktor yang tidak kalah pentingnya adalah pemahaman dan pengetahuan atas bidang tugasnya.

Maka jangan menempatkan pejabat yang “akan mulai belajar” di OPD yang dipimpinnya, tetapi yang sudah benar-benar memahami seluk beluk institusinya.

“Sehingga begitu ditugaskan, yang bersangkutan bisa langsung terkoneksi dengan semua bidang yang ada untuk selanjutnya mengimplementasikan program kerjanya dengan baik dan ter-evaluasi,”tutup Lalu Wink Haris.

About Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published.