Home / Beritakini / Kejari Praya Didesak Serius Usut Dugaan Korupsi Pengolahan Darah

Kejari Praya Didesak Serius Usut Dugaan Korupsi Pengolahan Darah

BERITAKINI talentafmnews.com Lombok Tengah – KASTA NTB mendesak Kejaksaan Negeri Praya untuk serius mengusut tuntas dugaan Korupsi Biaya Pengolahan Darah Di Unit Transfusi Darah RSUD Praya yang diduga sudah menilep dana Miliaran Rupiah.

Desakan tersebut disampaikan Presiden Kasta NTB, Lalu Wink Haris selasa 23/3/2021 secara tertulis kepada Radio Talenta Lombok.

Dugaan ketidak beresan pengelola darah di UTD RSUD Praya  lanjut Lalu Wink Haris, disinyalir sejak tahun 2017 sampai dengan 2020.

Hal ini karena pihak RSUD Praya sudah melakukan wan prestasi atas perjanjian kerja yang dibangun antara pihak UTD sebagai pihak pertama dan RSUD Praya sebagai pihak kedua.

Dalam kerjasamanya tersebut lanjut Lalu Wing Haris, sangat jelas apa saja kewajiban kedua belah pihak. Diantaranya adalah bahwa pihak kedua (RSUD) secara komulatif setiap dua Minggu setelah adanya tagihan dari pihak pertama akan memberikan Biaya Pengganti Pengolahan Darah (BPPD) sebesar nkRp. 275.000/kantong darah kepada pihak pertama (UTD) sesuai aturan yang ada.

“Tetapi faktanya ternyata, per kantong darah dijual seharga Rp. 360.000, maka ada selisih sebesar Rp. 85.000 per kantong darah, menurut data yang ada, kewajiban pihak RSUD yang belum terbayarkan sejak tahun 2017 sampai tahun 2020 adalah sebesar 2,7 Miliar rupiah lebih,”ungkapnya.

Jumlah dana yang sangat fantastis yang tidak bisa dipertanggungjawabkan, mengelola keuangan negara  tegas Lalu Wink Haris,  harus jelas mekanisme yang mengaturnya, termasuk kelebihan dana atau profit pada kerjasama antara pihak UTD dan RSUD harus masuk ke kas daerah dengan perincian dan laporan yang jelas.

“Maka kami meminta kepada pihak kejaksaan negeri Praya agar benar-benar memberikan atensi kepada dugaan Korupsi ini,”imbuhnya.

Sesuai dengan hasil aksi damai Kasta NTB ke kejaksaan tinggi NTB beberapa hari yang lalu, Kasta NTB mempertanyakan soal kasus dugaan korupsi BPPD di UTD RSUD Praya ini dimana kami mendapatkan jawaban bahwa masalah ini akan ditindaklanjuti sesuai arahan Dirdik kejaksaan agung RI.

“Kita pastikan akan terus mengawal kasus dugaan Korupsi Biaya Pengganti Pengolahan Darah Di Unit Transfusi Darah RSUD Praya ini, sampai ada pihak-pihak yang harus dimintai pertanggungjawaban secara hukum,”tandas Lalu Wink Haris.

Sementara itu, pihak Kejaksaan Negeri Lombok Tengah melalui Kasi Intel, Catur Hidayat Putra SH saat diminta pendapatnya atas desakan tersebut via WA-nya, hingga berita ini diturunkan belum memberikan jawaban.

About Redaksi

Check Also

Pojok NTB Urai Polemik HGB Gili Trawangan Dalam Diskusi

BERITAKINI talentafmnews.com.- Group WA Pojok NTB menggelar diskusi publik, Kamis 20/1/2022, soal memgurai polemik Hak …

Leave a Reply

Your email address will not be published.