Home / Peristiwa / Kerumunan Di BNI Praya Dikritik

Kerumunan Di BNI Praya Dikritik

BERITAKINI talentafmnews.com Lombok Tengah – Penyaluran berbagai jenis bantuan oleh pemerintah pusat ke masyarakat penerima melalui PT . Bank Nasional Indonesia ( BNI ) yang akibatkan kerumunan, dikritik.

Kritikan ini muncul setelah beberapa hari terakhir Kantor Bank BNI yang terletak di Jalan Gajah Mada Praya ini padat oleh nasabah dan warga penerima bantuan. Seperti yang terlihat pada selasa 13/4/2021.

Direktur Lembaga Pemerhati Kebijakan Publik Lombok Update, M.Samsul Qomar menyatakan kekhawatirnya atas peristiwa tersebut.

” saya khawatir akan ada klaster baru yakni klaster BNI kalau melihat kerumunan yg padat ini,”kata MSQ panggilan mantan dewan dua periode ini.

Lebih jauh, ia merinci data yang di dapat bantuan yang di salurkan dari BNI terdiri dari bantuan BOS madrasah, UMKM dan bantuan tunai pra kerja, jika ini di berikan dalam satu bank maka praktis kerumunan dan antrian panjang akan terjadi.

“Dan ini berbahaya, yang datang menerima bantuan ini banyak usia senja bahkan jompo ada juga yang terpaksa membawa balita, ini harus di carikan solusinya, “ pintanya.

Dia menambahkan, semestinya ada regulasi khusus terkait penyaluran bantuan ini, sebab jika terus di biarkan maka rentan akan menimbulkan penularan dan menaikkan angka Covid di Loteng yang saat ini masig zona oranye.

Untuk itu, MSQ meminta pihak terkait agar melakukan upaya dengan mengurai para penerima bantuan dan menerapkan protokol yang ketat di area BNI cabang Praya agar tidak terjadi penumpukan masa yang banyak.

Yang paling miris, ada nasabah atau penerima bantuan yang sampai menginap untuk mengambil nomer antriannya, ini membuktikan bahwa kondisi masyarakat kita memang dalam kondisi sudah dan serba terbatas secara ekonomi dan sosial.” Jelas MSQ.

Terkait adanya transfer ke bank penerima selain BNI yang ternyata di Blokir, MSQ menyampaikan bahwa hal tersebut harus segera di carikan jalan keluarnya.

“Silahkan kontak pihak Penanggungjawab PNM praya, tanyakan kebapa rekening di blokir dan harus konfirmasi ke BNI dulu, ini yang menyebabkan keramaian luar biasa itu kan mereka ini rutin dan kontiniu menerima bantuan jadi datanya sudah jelas,”tutupnya.

About Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published.