Home / Peristiwa / Kesepakatan Belum Direalisasi ITDC, Puluhan Warga Demo di Gerbang Sirkuit Pertamina Mandalika

Kesepakatan Belum Direalisasi ITDC, Puluhan Warga Demo di Gerbang Sirkuit Pertamina Mandalika

BERITAKINI talentafmnews.com – Kesepakatan dan janji ITDC belum ditepati, puluhan warga yang tergabung dalam Forum Pemuda Peduli Pariwisata Lombok Tengah (FP3LT), Jumat 17/6/2022, demo di Gerbang Sirkuit Pertamina Mandalika Desa Kuta Kecamatan Pujut Lombok Tengah.

Tonton live streaming demo tersebut di facebook: TV Talenta:

https://fb.watch/dHV0-XED0y/

Orator warga, Zamharir dalam demo tersebut meneriakkan sikap ITDC yang dinilai tidak raponsive terhadap aspirasi warga. Apalagi yang dituntut warga pada demo tersebut adalah janji ITDC yang telah dituangkan dalam kesepakatan bersama yang ditandatangani kedua belah pihak.

Tuntutan warga itu lanjut Petir, sapaan akrab aktivis bernama Zamharir ini antara lain; menuntut ITDC memberikan gelang identitas kepada warga dua dusun di Desa Kuta yakni Dusun E Bunut dan Ujung Lauk sesuai kesepakatan bersama.

Penyelesaian pembangunan Masjid Al-Hakim Ujung yang dijanjikan ITDC akan diselesaikan setelah MotoGP sekitar April 2022, namun hingga pada Juni 2022 saat ini, kelanjutan pembangunan masjid tersebut tidak ada kelanjutanya.

“Kami juga meminta agar warga Ujung Lauk dan E Bunug diakomodir sebagai tenaga kerja dan investor lokal di KEK Mandalika,”ujar Petir.

Sementara itu, Ketua FP3LT, Alus Darmiah G dalam orasinya menyampaikan, pihak ITDC harus segera merealisasikan semua janjinya, bila tidak ada kejelasan kapan tuntutan warga akan penuhi, maka pihaknya akan menggembok dan last gerbang Sirkuit Pertamina Mandalika.

“Harus ada kejelasan sekarang juga dari Direktur Operasional The Mandalika, Bram Subiantoro yang telah membuat kebijakan menandatangani kesepakan bersama dengan warga terkait tuntutan tersebut,”ujar Alus.

Alus meminta agar pihak ITDC memberikan ruang informasi seluas luasnya kepada warga khususnya warga dua dusun atas segala kegiatan di ITDC dan diprioritaskan atas segala peluang yang ada untuk meningkatkan kesejahteraan mereka paska tergusur dari kampung halaman mereka.

“Prioritaskan kami yang telah rela meninggalkan kampung halaman demi Sirkuit Mandalika Ini,”pungkas Alus.

Menanggapi hal tersebut, APV Site Operation The Mandalika I Made Pari Wijaya yang menemui warga menyampaikan, soal kelanjutan pembangunan Masjid Al-Hakim Ujung pihaknya sedang berproses dengan pihak kontraktor sbagai rekanan dalam membangun masjid tersebut.

Sementara untuk Gelang Identitas bagi warga dua dusun yakni Dusun Ujung Lauk dan E Bunut juga masih dalam proses pendataan agar tidak terjadi kesalahan data warga.

“Semua akan kami realisasikan dan untuk mengakomodir warga juga sudah kami lakukan yang dibuktikan dengan data administrasi dan dokumentasi yang ada,”jelas I Made Pari Wijaya.

Terkait persoalan tersebut lanjut Pari Wijaya, pihaknya siap berdiskusi demi solusi yang terbaik untuk kepentingan warga.

Pada kesempatan tersebut, Pari Wijaya menyampaikan permohonan maaf karena Direktur Operational The Mandalika, Bram Sibiandoro tidak bisa menemui warga karena beliau sedang di Jakarta.

About Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published.