Home / Olahraga / Ketua KONI Loteng: “Cabor Yang Belum Cabut Mosi Tak Percaya, Tak Wajib Dibina”

Ketua KONI Loteng: “Cabor Yang Belum Cabut Mosi Tak Percaya, Tak Wajib Dibina”

LOMBOK TENGAH (NTB) talentafmnews.com – Sejumlah Cabang Olahraga (Cabor) yang belum cabut mosi tidak percaya kepada Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Lombok Tengah (Loteng), tak wajib diberikan pembinaan.

Demikian disapaikan Ketua KONI Loteng, M.Samsul Qomar S.Sos pada Minggu 4/9/2022 kepada Talenta FM via WA.

MSQ akronim mantan dewan 2 periode ini lebih jauh menyampaikan, sesuai AD / ART KONI terkait keanggotaan , dapat di sampaikan bahwa saat ini KONI loteng terus melakukan perbaikan dan penyesuaian administrasi cabang olahraga anggota koni .

“Sebelumnya banyak cabor yang tidak memenuhi secara administrasi sebagai anggota KONI, namun dengan sikap tegas kita, sampai saat ini hanya beberapa Cabor saja yang belum memenuhi syarat sebagai anggota KONI,”jelas MSQ.

Selain secara lisan kita sudah menyurati Penprov dan Pengcabnya untuk segera melengkapi administrasi sesuai ketentuan yang berlaku.
Adapun Cabor yang belum melengkapi administrasi tersebut yakni:

1. Bulutangkis ( PBSI )
2. Atletik ( PASI )
3. Ikatan Motor Indonesia ( IMI )
Sementara 2 Cabor sudah mengajukan rekomendasi pengukuhan dan SK pengcab yakni Cabor Percasi ( catur ) ketuanya Ir M Kamrin dan Cabor PTMSI ( tenis meja ) dengan ketua barunya HM Mayuki SAg .

Untuk yang lain, Cabor yang sempat mengajukan mosi tidak percaya sudah mencabut mosi tersebut antaranya; Persani, Percasi dan Sepak Takraw ( PSTI ) dan yang belum mencabut mosi tidak percaya ada : Basket, PSSI, Kempo, Karate, Muangthay, Issi ( sepeda ) , Taekwondo , Renang , Tenis Lapangan dan Volly .

“Akibatnya KONI tidak wajib membina baik berupa dana maupun lainnya secara administrasi dan tidak bertanggungjawab terhadap Cabor tersebut,”tandas MSQ.

Bagi Cabor yang tahun ini habis masa kepengurusannya agar segera malaksanakan musyawarah KONI siap memfasilitasi semua proses .

Sejauh ini kondisi olahraga Loteng masih berjalan dengan kondisi apa adanya. Meski begitu pihaknya berharap di tahun 2023 pemda tidak memandang olahraga prestasi dengan sebelah mata dan meberikan dana yang cukup untuk persiapan porprov dan PON mendatang.

“Masih banyak kekurangan alat dan fasilitas olahraga kita terutama bela diri. Meski tahun ini ada miliaran dana Pokir yang dititipkan di Dinas pemuda, KONI tidak terlibat sama sekali untuk event yang diadakan dari Pokir tersebut, itu semua di kelola Dispora,”ungkap MSQ.

“Kalau tidak salah sekitar Rp. 3,2 Miliar untuk event dan fasilitas olahraga serta Rp. 880 Juta untuk wasit dan juri semua ada di DIPA Dinas Pemuda danOlahraga,”imbuh MSQ.

MSQ persilahkan semua untuk menanyakan ke Dispora soal event  apa saja dan sarana apa saja yang dibangung dengan dana tersebut.

“Sekali lagi KONI tidak terlibat sama sekali,”tandas MSQ.

“Kita taunya dari info kawan-kawan, tidak pernah ada rapat bersama dinas terkait, mungkin karena dinas merasa (itu) dana titipan, makanya tidak penting untuk dipublikasi,”pungkas MSQ.

Sementara itu, Kepala Dinas Pemusa dan Olahraga (Kadispora) Loteng, H.Mahlan dikonfirmasi Talenta FM via WA-nya, khususnya terkait adanya dugaan dana titipan di dinas yang dipimpinya itu, belum memberikan jawaban.

About Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *