Home / Peristiwa / Kontraktor Yang Kerjakan 3 Kantor Camat Diduga “Kabur”

Kontraktor Yang Kerjakan 3 Kantor Camat Diduga “Kabur”

BERITAKINI talentafmnews.com –  Kontraktor yang mengerjakan 3 Gedung Kantor Camat di Lombok Tengah diduga “kabur”. Pihak CV. Total Karya Utama telah meninggalkan proyek tersebut sejak 11 Nopember 2019 yang lalu. Yang membingunkan, hingga saat ini ada pekerja yang terus berkerja di proyek tersebut.

Hal tersebut, terungkap dalam sidak yang Komisi III DPRD Lombok Tengah NTB, pada selasa 25/2/2020 ke 3 gedung kantor camat yang saat ini gedungnya di bangun antara lain, gedung kecamatan Pujut, Kopang dan Jonggat.

Salah seorang Konsultan Pengawas yang kebetulan berada di salah satu proyek yakni di Kecamatan Jonggat bernama Ketut Adi dihadapan Ketua Komisi III DPRD, Andi Mardan menyampaikan, para pekerja yang sebenarnya dipekerjakan oleh CV. Total Karya Utama telah meninggalkan proyek tersebut sejak 11 Nopember 2019 silam.

“Direktur CV. Total Karya Utama ini berasal dari Bima, sesuai alamat perusahaan yakni di Kelurahan Tanjung Rasanae Bima. Namun kuasa Direkturnya dari Banyuwangi. Mereka semua sudah kabur,”ujarnya.

Namun pantauan Talentafm dan juga dewan yang datang ke lokasi proyek, disana masih ada belasan pekerja yang terus melakukan pekerjaan. Seperti mengecat, mamasang keramik, kusen-kusen dan pekerjaan finishing lainya.

Ditanya dengan hal tersebut, Ketut Adi mengaku tidak tahu dengan hal tersebut. Ia justeru merasa heran, kenapa ada pekerja padahal para pekerja dari CV.Total Karya Utama telah pergi sejak Nopember 2019.

“Nah saya juga tidak tahu, siapa yang menyuruh para pekerja ini bekerja,”imbuhnya.

Sementara itu, Ketua Komisi III DPRD Lombok Tengah, Andy Mardan mengatakan, pihaknya telah menanyakan kepada warga yang sedang bekerja tersebut, dan menjawan kalau mereka disuruh bekerja oleh Konsultan  dari dinas terkait atas proyek tersebut. Hal itu membuat dewan menjadi heran, bagaimana mereka bisa bekerja dalam kondisi proyek yang demikian.

“Pekerja ini mengaku belum dibayar yang seharusnya sudah mengajukan pembayaran selama 21 hari. Yang menjadi pertanyaan saya, siapa yang akan membayar karena seharusnya proyek itu sudah putus kontrak,”imbuhnya.

Atas fakta tersebut, dewan akan meminta penjelasan dengan memanggil pihak dinas terkait dalam waktu dekat.

Untuk diketahui, 3 Gedung Kantor Camat di Lombok Tengah dibangun dengan anggaran dari APBD Lombok Tengah tahun 2019 dengan total anggaran Rp.8.2 miliar. Namun hingga saat ini 3 kantor camat itu belum juga selesai dikerjakan, walau batas kontrak sudah lewat per 31 Desember 2019 dan sudah melewati perpanjang 50 hari dari tanggal batas kontrak tersebut. (tim)

 

About Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *