Home / Beritakini / KPID NTB Gelar Literasi Media Pertama Monyonsong Ramadhan Dengan Siaran Sehat

KPID NTB Gelar Literasi Media Pertama Monyonsong Ramadhan Dengan Siaran Sehat

BERITAKINI talentafmnews.com – Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) bersama Majelis Ulama Indonesia (MUI) NTB, pada selasa 30/4/2019 gelar pertemuan literasi media se-NTB di Aula Kantor MUI NTB di jalan Pejanggik no.4 Mataram.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh seluruh Komisioner KPID NTB, Ketua dan anggota MUI NTB, Tokoh Masyarakat, Organisasi masyarakat dan seluruh Direktur dan Penanggungjawab radio dan televisi se-NTB.

Koordinator Bidang Isi Siaran KPID NTB, Sahdan,S.Pd dalam laporanya selaku penyelenggara dalam ceremonial pembukaan kegiatan tersebut menyampaikan, kegiatan itu merupakan literasi media pertama ditahun 2019 dan kali ini dalam rangka persiapkan acara pada bulan ramadhan.

“Kami berharap tidak ada gesekan apapun akibat konten siaran. Pada kegiatan ini, lembaga penyiaran bisa paparkan program siaranya pada bulan suci ramadan,”katanya.

Selain itu, akan dipaparkan juga materi terbaik di bulan ramadhan oleh pihak MUI sebagai narasumber.

Saat ini lanjut Sahdan, ada dugaan pelanggaran yang masih terjadi pada sejumlah lembaga penyiaran. Salah satunya adalah persoalan pemberitaan yang tidak menyebut sumber berita saat mengutip di radio.

“Mari pada kesempatan ini, bersama sama sepakat selama ramadhan tidak ada konten siaran yang akan membuat gesekan dimasyarakat. Jaga lisan selama siaran, jangan sampai saat siaran ada pihak yang merasa tersinggung dengan lisan,”ingatnya.

Sahdana tekankan, bagaimana agar lembaga penyiaran mengemas acara atau siaran yang bisa mencapai siaran yang sehat dan mencerdaskan.

Sekretaris Kominfotik Provinsi NTB, I Gede Putu Ariady,S.Sos, MA dalam sambutanya menyampaikan, bahwasanya siaran sehat dan mencerdaskan itu tidak hanya selama bulan suci ramadan, namun setiap waktu saat bersiaran.

“Bahkan paska pemilu, diharap jadi perekat seluruh element bangsa. Lembaga Penyiaran hadir ditengah masyarakat menyampaikan imformasi dan hiburan yang mampu hadirkan suasana sejuk. Apalagi seperti saat ini hoakz sedang merbak maka lembaga penyiar bisa memberantas hoaks,”harapnya.

NTB lanjut I Gede Putu Aryadi, adalah salah satu wisata halal terbaik dunia. Apa yang menjadi branding-nya adalah aspek sosial dan harmoni, dimana semuanya mencakup seluruh aspek kehidupan. Dimana media harus terdepan dalam mengawal agar tercapainya suasana kedamaian dan nilai religius di masyarakat.

Momentun ramdan salah satu medium untuk ciptakan suasana nilai religius tersebut, apalagi ditengah masyarkat NTB yang beragam namun bisa menciptakan suasana damai, religius.

“Lembaga Penyiaran agar bagaimana mengemas juga siaran untuk memperkuat branding wisata halal ini dengan menyambut wisatawan yang ingin melihat, kenyamanan, kedamaian, toleransi dengan nilai religius yang menjadi identitas lokal NTB,”ungkapnya.

I Gede Putu Aryadi meminta agar seluruh Lembaga Penyiaran, dalam keiatan tersebut berdiskusi tentang bagaimana bersiaran mendukung NTB Gemilang terutama dalam aspek ekonomi dan sosial.

Literasi Media Pertama ditahun 2019 tersebut, dibuka oleh I Gede Putu Aryadi dan dilanjutkan dengan pemaparan para narasumber antara lain, Ketua MUI NTB dan Komisioner KPID NTB. (ding)

About Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published.