Home / Peristiwa / LIDIK NTB Hearing, Dikes Stop! Giat Vaksin Klinik Cyto

LIDIK NTB Hearing, Dikes Stop! Giat Vaksin Klinik Cyto

LOMBOK TENGAH (NTB) talentafmnews.com – Saat sejumlah anggota LSM LIDIK NTB hearing di Dinas Kesehatan Lombok Tengah, pada rabu 10/8/2022, pihak Dinas Kesehatan tegaskan telah stop kegiatan vaksin miningitis yang dilakukan oleh Klinik Cyto.

Kepala Bidang (Kabid) Pelayanan Kesehatan Dinas Kesehatan (Dikes) Lombok Tengah (Loteng) , H.Muslim Rasim pada kesempatan tersebut menyampaikan, setelah pihaknya menerima surat hearing dari LDM Lidik NTB, langsung turun ke Klinik Cyto dan melakukan klarifikasi.

Hasilnya, vaksin miningitis yang dilakukan oleh Klinik Cyto berdasarkan adanya MOU dengan pihak KKP, begitu juga dengan petugas vaksin yang disebut hanya seorang pegawai administrasi dan bukan tenaga profesional.

“Kami memang menemukan fakta bahwa petugas yang melakukan vaksinasi miningitis itu bukan tenaga profesional dan hanya berdasarkan pelatihan yang dilakukan oleh KKP,”ungkap H.Muslim Rasim.

Untuk itu lanjut H.Muslim Rasim, pihak Dikes Loteng memerintahkan Klinik Cyto untuk menyetop kegiatan vaksin miningitis yang selama ini dilakukan sebelum semua masalahnya clear.

Saat pihaknya turun itu lanjut H.Muslim Rasim, pihak Klinik Cyto menyatakan kalau mereka akan segera berproses meningkatkan status kliniknya menjadi Klinik Pratama.

“Maka dari itu, kami menegaskan agar segera memproses semuanya dan bisa melakukan vaksin setelah statusnya benar-benar menjadi Klinik Pratama,”imbuh H.Muslim.

BERIKUT SIARAN LANGSUNG LENGKAP HEARING TERSEBUT:

Adapun Ketua Persatuan Ahli Teknologi Laboraturium Kesehatan Indonesia (Patelki) Cabang Loteng, Iskan Junaidi mengungkapkan, yang disebut oleh LSM Lidik NTB yang melakukan vaksin miningitis memang bukan seorang analis laboraturium kesehatan.

“Memang yang bersangkutan itu tidak terdaftar sebagai anggota Patelki Lombok Tengah, sehingga kami tidak bisa melakukan tindakan apapun selain menyerahkan semua ke pihak Dikes Loteng,”kata Iskan Junaidi.

Atas hal tersebut, Ketua Umum LIDIK NTB, Sahabudin SE menegaskan agar Dikes Loteng tegas dalam persoalan tersebut. Ia meminta agar perintah menyetop vaksinasin miningitis Klinik Cyto itu dilakukan secara tertulis.

“Kalau hanya dengan lisan, siapa yang menjamin kalau Klinik Cyto ini tidak akan vaksin lagi, ini diundang dalan hearing saja mereka tidak mau hadir,”ujar Citung sapaan akrabnya.

Selain itu, Citung juga meminta tindakan atas masyarakat yang telah terlanjur divaksin oleh klinik cyto yang biayanya hingga Rp.350 ribu sekali vaksin.

Citung khawatir bila terjadi sesuatu terhadap puluhan masyarakat yang telah divaksin oleh orang yang bukan profesinya itu mengalami dampak buruk, lalu siapa yang akan bertanggungjawab?

“Jadi apa tindakan Dikes Loteng atas warga yang sudah terlanjur divaksin, bagaimana kalau mereka sakit?”imbuh Citung.

Selain itu, kenapa pihak dinas kesehatan yang memiliki peralatan lengkap tidak menangkap peluang untuk melakukan vaksinasi, agar masyarakat bisa divaksin di puskesmas agar PAD bertambah.

Atas hal tersebut, Kepala Dinas Kesehatan (Kadikes) Loteng, Dr.Suardi yang pada hearing tersebut telat hadir menyatakan, siap menerbitkan perimtaan penyetopan vaksin miningitis kepada Klinik Cyto.

Pada kesempatan itu, ia juga menyampaikan terimakasih kepada LSM Lidik NTB yang telah memberikan informasi atas hal tersebut. Karena seyogyanya Dikes-lah yang harus cepat mengetahui hal-hal seperti itu.

“Kami akui, kami kalah cepat dengan LSM Lidik untuk itu kami sampaikan apresiasi dan terimakasih banyak. Kami akan bertindak tegas sesuai dengan aturan yang ada,”kata Dr.Suardi.

Dengan banyaknya klinik-klinik yang ada saat ini lanjut Dr.Suardi, maka dibutuhkan peran masyarakat untuk membantu pihaknya mengawasi keberadaan klinik tersebut.

 

About Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published.