Home / Peristiwa / LIDIK NTB Resmi Laporkan Dugaan Penyelewengan Pembangunan RTG

LIDIK NTB Resmi Laporkan Dugaan Penyelewengan Pembangunan RTG

BERITAKINI talentafmnews.com.– Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Lembaga Investigasi dan Informasi Kemasyarakatan (LIDIK) NTB, senin 26/4/2021, resmi melaporkan dugaan penyelewengan pada proses pembangunan RTG di Batukliang Utara ke Kejaksaan Negeri (Kejari) setempat.

Laporan tersebut dilakukan LIDIK NTB, karena dalam proses pembangunan Rumah Tahan Gempa (RTG) tersebut terindikasi dikerjakan tidak sesuai dengan aturan kontral kerjanya. Selain itu diduga ada 18 RTG volume pengerjaanya dikurangi.

Ketua LSM Lidik NTB, Sahabudin mengatakan, kekurangan volume pembangunan RTG itu sangat merugikan masyarakat.

“Kekurangan dari volume bangunan itu sangat merugikan masyarakat penerima bantuan RTG. Yang mana sisa dari hasil efisiensi volume pekerjaan atau harganya sangat besar sekali,”ungkapnya.

Akibat dari ulah oknum fasilitator dan pokmas yang diduga kuat melakukan efisiensi volume dan harga tersebut, maka LSM Lidik NTB resmi melaporkan temuan tersebut ke Kejari.

“Yang diduga berperan penting terkait masalah ini adalah Fasilitator dan Pokmas pembangunan RTG yang ada di Desa Setiling. Karena dari hasil investigasi ke lapangan bahwa benar adanya kekurangan volume harga dalam program RTG itu. Dan nilainya sangat fantastis besarnya dalam evesiansi volome harga tersebut,” ujarnya.

Sementara itu bendahara umum LSM Lidik NTB, Alkas Akbar menambahkan, hal tersebut sangat merugikan masyarakat dalam hal evisiensi volume bangunan dan harganya, maka dari itu melaporkan kasus ini kekejaksaan sekitar pukul 12.00 Wita.

“Kami dari LSM Lidik NTB berharap, untuk kasus ini para terduga pelaku bila terbukti diberi hukuman sesuai dengan perbuatannya,”tansdasnya.

Sementara itu, Kasi Intel Kejari Praya, Catur Putra SH saat dikomfirmasi terkait laporan LSM LIDIK tersebut via WA nya belum memberikan jawaban.

About Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *