Home / Beritakini / LIDIK NTB, Soroti Dugaan Arogansi Plt. Kepala BPBD Loteng

LIDIK NTB, Soroti Dugaan Arogansi Plt. Kepala BPBD Loteng

 

BERITAKINI talentafmnews.com Lombok Tengah – Lembaga Swadaya Masyarkat (LSM) Lembaga Investigasi Dan Informasi Kemasyarakatan (LIDIK) NTB, menyoroti dugaan arogansi Plt. Kepala BPBD Lombok Tengah, terhadap masa aksi yang mengkritisi kinerjanya, jumat 30/04/2021.

Ketua LIDIK NTB, Sahabudin menyampaikan, pada saat itu, gabungan LSM Lombok Tengah melakukan hearing ke BPBD dan saat itulah dugaan perilaku arogansi dan premanisme tersebut dilakukan olah “kubu” BPBD Lombok Tengah.

Saat itu, gabungan LSM hearing di BPBD untuk menanyakan kasus RTG yang diduga kuat tidak sesuai spek kualitas dan volume bagunan.

Dimana LSM LIDIK NTB saat itu,  ikut melakukan aksi di Kantor BPBD Lombok tengah, mengecam dugaan tindakan arogansi dan premanisme BPBD, fasilitator dan Korwil Lombok Tengah.

Disayangkan pada hearing itu, ada fasilitator yang mengaku dirinya LSM dan itu sangat mencoreng nama baik LSM di Lombok Tengah.

“Fasilitator yang mangaku LSM itu,  sangat merugikan masyarakat penerima manfaat Rumah Tahan Gempa atau RTG. Dan kami dari LSM LIDIK NTB mengecam kelakuan oknum LSM tersebut, karena itu tidak mencerminkan seseorang sebagai LSM,”ujar Ketua LIDIK NTB, Sahabudin.

Dirinya pada hearing tersebut lanjut Sahabudin, ikut orasi menanyakan dugaan sikap arogansi dan premanisme BPBD dan fasilitator tersebut.

Selain itu, menanyakan yang dinyatakan oleh Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) bahwa yang membuat RAB adalah Pokmas, faktanya yang membuat RAB dilapangan adalah fasilitator. s

“Selain itu, semua penerima manfaat RTG tidak ada yang mau menggunakan rangka kayu. Melainkan menggunakan rangka baja sesuai dengan kontrak, tetapi hal tersebut diduga diintimidasi oleh fasilitator supaya menggunakan kayu,”ungkap Sahabudin.

Kalau penerima mamfaat menolak menggunakan kayu, maka oknum itu mengancam akan memcabut nama warga  penerima manfaat yang bersangkutan.

“Dan masyarakat mau tidak mau menerima hal tersebut. Dan kami dari LSM Lidik NTB siap mendampingi turun kelapangan untuk menginvestigasi hal tersebut,”ucap pria yang sering disapa Din bonder atau Citung Dasten tersebut.

Adapun PPK yang menemui masa aksi, tidak bisa menjawab apa keinginan masa aksi tersebut, melainkan akan menanyakan dan akan disampaikan ke atasannya.a

“Kami dari LSM Lidik NTB dan gabungan LSM Lombok Tengah tak akan berhenti sampai disini, namun akan turun aksi lagi pada hari yang sudah ditentukan. kami dari LSM meminta untuk menghadirkan fasilitator nanti pada saat hearing ataupun aksi lanjutan kami,”tegasnya.

Sekjen Lidik NTB,  Agonk mengecam atas dugaan  tindakan BPBD dan fasilitator yang bersifat kayak preman pasar, padahal orang-orang tersebut orang-orang yang berpendidikan.

“Malah kayak preman kampung,” pungkas Agonk singkat. (*)

About Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published.