Home / Polemik / Mandes Gemel, H.Musanip: “Alat Bordir Itu, Bukan Aset Desa”

Mandes Gemel, H.Musanip: “Alat Bordir Itu, Bukan Aset Desa”

LOMBOK TENGAH (NTB) talentafmnews.com – Alat bordir yang disebut-sebut hilang itu, bukan aset milik Desa Gemel Kecamatan Jonggat Lombok Tengah NTB.

Demikian disampaikan Mantan Kades (Mandes) Gemel Kecamatan Jonggat, H.Muhammad Misanip pada rabu 28/9/2022 kepada Talenta FM menanggapi pemberitaan sebelumnya di Talenta FM dengan judul: Didesak Warga, Kades Gemel Laporkan Dugaan Penggelapan Aset Desa

Berikut link beritanya: https://www.talentafmnews.com/didesak-warga-kades-gemel-laporkan-dugaan-penggelapan-aset-desa/

H.Musanip, sapaan akrab Mandes Gemel ini menjelaskan, alat bordir yang dimaksudkan dalam pemberitaan itu adalah bantuan Program  Nasional Pemberdayaan Masyarakat Nasional (PNPM) Mandiri  yang saat itu diberikan kepada sejumlah kelompok masyarakat Desa Gemel.

“Jadi alat-alat itu sesungguhnya milik masyarakat yang diberikan oleh PNPM,”jelas H.Musanip.

Hanya saja saat itu, masyarakat yang diberikan bantuan, entah karena biaya operasional alat itu besar, sehingga tidak bersedia dibawa pulang untuk dimamfaatkan.

Alat-alat itu kemudian didiamkan di kantor desa hingga sebagian ada yang berkarat dan bahkan rusak karena tidak lagi dimamafaatkan atau digunakan oleh masyarakat.

Maka saat itu, ketika ada pihak yang ingin memamfaatkan alat-alat tersebut, pihak desa kemudian berinisiatif untuk meminjam pakaikan kepada yayasan sesuai yang tertera dalam surat.

“Jadi jangan ada bahasa penggelapan atau hilang, semua dokumen atau surat-surat pinjam pakai itu ada lengkap di kantor desa,”terang Mandes.

Ditanya, apakah alat-alat itu bisa ditarik lagi, karena bahasa dalam suratnya adalah pinjam pakai, H.Musanip mengatakan, pihaknya sebenarnya juga sudah menelusuri keberadaan alat tersebut.

“Tapi pengurus yang saat itu berurusan dengan kami ternyata sudah (sakit) setruk,”kata H.Musanip.

Untuk itu, pihaknya menegaskan bahwa alat itu bukan aset desa yang dibeli dari ADD/DD namun bantuan PNPM yang diberikan kepada masyarat.

“Jadi tidak ada masalah atas persoalan itu, sampunan ada bahasa penggelapan,”pungkas Mandes Gemel, H.Musanip.

About Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *