Home / Peristiwa / MASATA Tanggapi Polemik Keterbukaan Informasi Rekrutmen Marshal MotoGP Mandalika

MASATA Tanggapi Polemik Keterbukaan Informasi Rekrutmen Marshal MotoGP Mandalika

BERITAKINI talentafmnews.com Lombok Tengah – Masyarakat Sadar Wisata (MASATA) DPC Lombok Tengah, Tanggapi Polemik Keterbukaan Informasi dalam rekrutmen Marshal MotoGP Mandalika.

Ketua MASATA, Lalu Sandika Irwan Jumat 9/4/2021 dalam pernyataan tertulisnya kepada Radio Talenta Lombok menyampaikan, akhir-akhir ini warga Lombok secara khusus, banyak disuguhkan berita tentang polemik pelatihan marshal untuk motoGP Mandalika yang baru-baru ini dilakukan oleh pemkab Lombok Tengah dan MGPA.

Hal-hal seperti itu lanju Lalu Sandika Irawan, sebetulnya tidak perlu terjadi jika sedari awal para pihak pengembang kawasan seperti  ITDC, MGPA dan Pemerintah Daerah menguatkan communnity engagement-nya, yaitu adanya pelibatan, keterikatan sosial dan emosional yang baik dengan masyarakat, sehingga akan terbangunlah saling pengertian, saling dukung dan lahirnya kesamaan persepsi.

“Karena Kalo renggang dengan masyarakat iyaa bisa repot urusan,”kata Lalu Sandika Irawan.

Dalam rumusan pentahellix itu lanjut Lalu Sandika Irawan, community atau masyarakat, menjadi bagian utama dari akselerator pembangunan pariwisata.

“Bagaimana mau sustainable kalau stakeholder nya gak akur ?,”imbuhnya.

Selain itu menurut Lalu Sandika,  keterbukaan informasi sangat penting, baik secara daring maupun luring melalui perwakilan masyarakat yang ada seperti pemdes dan lainya.

“Kenapa luring penting, karena kita sedang tidak berada di Amerika dan Eropa bro ?.
Tidak semua masyarakat memiliki kesempatan untuk mengakses website atau portal informasi online lainnya,”jelas Sandika.

Sehingga informasi mengenai rekrutmen tenaga sukarela, tenaga kerja dan apapun itu namanya tetap sampai ke telinga masyarakat dengan baik.

“Kita akui, di kawasan penyangga Mandalika saja, sinyal internet masih ada yang E, kalaupun 4G kualitasnya jangan samakan dengan di daerah lain. Saya tau karena satu tahun terakhir rutin kuliah online ✌️dan yang online-online lainnya ?,”terangnya.

“Saya khawatir masyarakat nantinya semakin apatis, bagaimana tidak? informasi sebagai tenaga sukarela saja informasinya tidak terbuka, main petak umpet. Bagaimana dengan Informasi rekrutmen tenaga profesional pada tataran manajerial misalnya. Tapi saya percaya, pertanyaan-pertanyaan masyarakat kepada para pihak ini karena masih pedulinya masyarakat dengan daerahnya, rasa memiliki itu masih ada,”paparnya.

Akhirnya tutup Lalu Sandika Irawan, kolaborasi dan kolaboraksi yang baik, tepat sasaran dan konstruktif akan melahirkan pembangunan yang berkelanjutan, berkeadilan, membahagiakan dan mensejahterakan untuk semua.

 

About Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *