Home / Peristiwa / Massa GMPRI Lanjut Aksi di KEJARI, Bersitegang di Gerbang

Massa GMPRI Lanjut Aksi di KEJARI, Bersitegang di Gerbang

BERITAKINI talentafmnews.com – Seratusan massa Gerakan Mahasiswa dan Pemuda Republik Indonesia (GMPRI) Lombok Tengah NTB, senin 18/10/2021, setelah aksi di Dikes melanjutkan di Kejari Lombok Tengah.

Massa GMPRI ini bersitegang di Pintu Gerbang Kejari, karena tidak ditemui oleh Kepala Kejari dan hanya ditemui oleh Kasi Intel Kejari, Catur Hidayat Putra SH. Selain itu massa juga protes karena tak dijinkan masuk ke halaman Kantor Kejari.

Koordinator Umum (Kordum) Aksi, Lalu Iqra Hafiddin dalam orasinya menegaskan kalau pihaknya hanya mau ditemui oleh Kepala Kejari, kalau tidak maka mereka tidak akan berbicara.

Karena apa yang disampaikan terkait dengan tataran kebijakan Kejari yang hanya bisa diputuskan oleh Kepala Kejari dan bukan bawahanya.

“Berbagai kasus besar yang telah dilaporkan ke Kejari hingga saat ini tidak jelas penyelesaianya. Mulai dari kasus UTD dan sederet kasus lainya,”ujarnya.

Untuk itu, massa aksi meminta hanya mau diterima oleh Kepala Kejari untuk menyampaikan tuntutan mereka.

Sementara itu, Kasi Intel Kejari, Catur Hidayat Putra yang menemui massa aksi menjelaskan, kalau Pak Kepala Kejari sedang berada di Kejaksaan Tinggi, itu sebab tak bisa menemui massa aksi.

“Terimakasih atas penghargaan dan dukungan yang diberikan kepada kami, hanya saja kami jelaskan kalau kasus-kasus yang disampaikan tadi tetap kami proses seluruhnya,”jelas Yabo sapaan akrab Kasi Intel ini.

Andaikan Kepala Kejari ada jelas Yabo, toh nantinya dirinya juga yang akan diminta untuk menjelaskan soal kasus yang menjadi aspirasi massa aksi.

Terhadap apa yang disampaikan Kasi Intel, massa aksi tetap pada pendirian hanya mau ditemui oleh Kepala Kejari. Hingga akhirnya, massa diperbolehkan masuk asal tertib.

Hingga berita ini diturunkan, aksi masih terus berlanjut dan massa aksi berada di halaman Kantor Kejaksaan menunggu Kepala Kejari datang.

 

About Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published.