Home / Beritakini / Masyarakat Mulai Tindak Lanjuti Hearing Kasta NTB Terkait Pengelolaan Hortipark

Masyarakat Mulai Tindak Lanjuti Hearing Kasta NTB Terkait Pengelolaan Hortipark

BERITAKINI talentafmnews.com – Hearing Kasta NTB terkait pengelolaan lahan Hortikultura Park (Hortipark) di Desa Karang Sidemen Batukliang Utara Lombok Tengah NTB, mulai ditindaklanjuti secara serius oleh masyarakat setempat.

Sabtu malam, 22/1/2022 pengurus KASTA NTB DPC Batukliang Utara menghadiri pertemuan dengan masyarakat Desa Karang Sedemen kecamatan Batukliang Utara.

Pertemuan yang dihadiri oleh seluruh pengurus KASTA NTB DPC Batukliang Utara itu, dalam rangka membahas keberlanjutan rencana pengelolaan dan penataan kembali kawasan Hortipark yang terletak di desa karang sidemen tersebut.

Luas area hortipark milik pemkab tersebut yang mencapai ratusan hektar, membutuhkan perhatian pemerintah untuk ditata kembali.

“Karena disinyalir pemanfaatan dan penguasaan lahan tersebut sudah banyak yang beralih menjadi milik oknum pemodal dari luar desa Karang Sedemen, maupun Kecamatan Batukliang Utara,” kata Sekertaris Kasta NTB DPC Batukliang Utara Muhammad Fauzi.

Ojik panggilan pria asal Desa Setiling ini, menyatakan bahwa masyarakat utamanya di Karang Sidemen, sangat membutuhkan kepastian soal legalitas para petani penggarap atas lahan tersebut.

Sebab, tidak ada satupun dokumen yang bisa mereka jadikan sebagai alas hukum untuk bisa melakukan investasi ataupun pemanfaatan dalam skala luas atas lahan di Hortipark tersebut.

“Masyarakat sangat menginginkan agar ada ruang pemanfaatan yang lebih besar dengan dasar hukum yang jelas seperti apa dari pemerintah daerah Lombok Tengah,” kata Ojik.

Pemerintah daerah, terkesan selama ini apatis membiarkan lahan di Hortipark seperti tidak terurus. Dan itu berpotensi menjadi “bancakan” oknum pemodal, sehingga berpotensi mengusir masyarakat lokal yang selama ini diberikan kesempatan untuk pengelolaan lahan tersebut.

“Harus ada regulasi yang jelas dalam tata kelola kawasan milik pemerintah ini seperti apa. Kami juga menunggu janji pemerintah daerah untuk membentuk tim khusus untuk penataan kembali kawasan Hortikultura park di BKU ini sesua hasil hearing kami dengan DPRD Lombok Tengah beberapa waktu yang lalu,” imbuh Ojik.

Pemkab tandas Ojik, jangan “panas-anas tahi ayam” dalam menyikapi penyelesaian tata kelola lahan hortipark tersebut. Ia meminta segera bentuk tim khusus dan pihaknya bersama masyarakat siap memberikan data terbaru, siapa saja yang selama ini mengelola lahan tersebut supaya jelas seperti apa para petani penggarap diatur.

“Jangan seperti sekarang, lahan bisa dengan bebas dipindahtangankan dengan nominal sampai ratusan juta rupiah, ini kan jelas salah,”pungkas Ojik.

About Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published.