Home / Beritakini / Merasa Nama Baiknya Dicemarkan, UD.Bintang Jaya Bantah Jual Pupuk Subsidi Diatas HET

Merasa Nama Baiknya Dicemarkan, UD.Bintang Jaya Bantah Jual Pupuk Subsidi Diatas HET

Ilustrasi:

BERITAKINI talentafmnews.com – Merasa nama baiknya dicemarkan,  UD.Bintang Jaya membantah menjual pupuk bersubsidi diatas HET.

Bantahan itu disampaikan oleh Pimpinan UD.Bintang Jaya, H.Sapoan pada kamis 13/1/2022, menjawab konfirmasi Talentafm via WA-nya, selaku salah satu pengecer pupuk bersubsidi di Lombok Tengah yang sebelumnya diduga melakukan penjualan pupuk subsidi diatas HET sesuai hasil investigasi LSM Gempar NTB.

Baca berita terkait: https://www.talentafmnews.com/investigasi-gempar-ntb-pupuk-bersubsidi-ternyata-hingga-rp-500-ribu-kwintal/

“Maaf, jadi tiang merasa bingung dengan LSM Gempar. Tiba-tiba datang mendorong pintu pagar luar tiang, waktu itu tiang sedang shalat magrib . Jadi tiang sekeluarga merasa terkejut dan tiang tidak pernah menjual pupuk subsidi dengan harga Rp.500 ribu/kwintal seperti yang disebarkan oleh LSM tersebut melalui media dan ini mencemarkan nama baik saya sekeluarga,”kata Haji Sapoan.

Poto: Saat LSM terkait dan pihak UD.Bintang Jaya serta petani lakukan klarifikasi

Dan melalui klarifikasi yang telah dilakukan di rumahnya dengan pihak LSM Gempar, dimana dihadapanya LSM Gempar sudah meminta maaf kepada dirinya atas pemberitaan yang telah disebarkanya.

Dan pihaknya tandas H.Sapoan,  juga punya jaminan video foto terkait permintaan maaf langsung dari LSM terebut di depan banyak orang.

“Dan dia (LSM Gempar NTB-red), telah berjanji akan membuat berita berimbang dan menghapus semua berita yang telah dia mediakan. Terrnyata pihak LSM itu, belum menghapusnya, sedangkan dia sudah berjanji di depan Babhinkantibmas Montong Gamang,”terang Haji Sapoan.

Hingga saat ini jelas H.Sapoan, sekeluarga merasa tidak nyaman dan tidak tenang dengn pemberitaan tersebut.

“Maaf mbak, pupuk yang diambil oleh petani tersebut bukan urea subsidi 50 kg saja. Namun ada pupuk petroganik dan pupuk urea non subsidi yang dia ambil sama petani tersebut, sehingga dia bayar degan seharga 250 ribu,”pungkas H.Sapoan.

 

About Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published.