Home / Pariwisata / Momentum Hari Bakau Sedunia, KTK-Bapera Pujut Tanam 10.000 Mangrove di Mandalika

Momentum Hari Bakau Sedunia, KTK-Bapera Pujut Tanam 10.000 Mangrove di Mandalika

LOMBOK TENGAH NTB, talentafmnews.com – Hari Bakau Sedunia Tahun 2022 Karang Taruna Kecamatan Pujut (KTK Pujut) berkolaborasi dengan Barisan Pemuda Nusantara (Bapera) kembali melaksanakan kegiatan sosial penanaman bakau atau mangrove di Pantai Batu Berang, Kecamatan Pujut, Nusa Tenggara Barat (NTB).

Bapera Pujut dan KTK Pujut wsudah memulai dari satu tahun lalu dan berkomitmen akan menanam 10.000 bibit Mangrove sampai tahun 2022.

“Kami sudah mulai dari tahun lalu dan sudah kami tanam 7.700 bibit Mangrove di titik ini, kami tidak hanya menanam lalu tinggalkan karena bagi kami tugas berat itu pada saat pemeliharaan seperti survei dan sulam” ungkap Anom.

Adapun dari tujuan penanaman ini cukup mulia dan penting seperti halnya untuk menjaga kehidupan Ekosistem kehidupan hayati bawah laut dan menjaga bibir pantai agar tidak terjadi abrasi

“Ini penting bagi kami karena saat ini tercatat abrasi terjadi sangat signifikan di titik ini, data kami bahkan satu meter per tahun untuk itu kami galakkan disini dan kedepan saya berharap pemerintah memberikan atensi dan dukungan penuh kepada titik ini” Harap Anom yang juga ketua RSI Loteng tersebut.

Tak hanya itu tujuan lain dari program penanaman mangrove ini merupakan bagian dari komitmen KTK Pujut bersama dengan Bapera Pujut dalam mewujudkan pariwisata berkelanjutan di Indonesia serta mendukung pemulihan pariwisata domestik melalui perkembangan ekowisata bahari mangrove.

“Tercatat sejak tahun 2021 hingga tahun 2022 kami telah menanam bibit mangrove sebanyak 10.000 di lokasi tersebut dan yang dilakukan dengan tujuan untuk menjaga kelestarian lingkungan di pesisir Pantai Batu Berang. Selain berperan mengurangi penyusutan area pantai hingga meredam ancaman tsunami, area bakau menjadi tempat budidaya ikan, kepiting, dan udang yang menjadi sumber penghidupan nelayan,” Tegas Junaidi Sekretaris Bapera Kecamatan Pujut tersebut.

Desa Mertak tercatat sebagai salah satu desa wisata dalam Destinasi Pariwisata Super Prioritas (DPSP) Mandalika, Lombok, serta daerah penyangga Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika. Desa wisata ini menawarkan wisata bahari dan ekowisata dengan pantai, pegunungan, dan bakau sebagai objek wisata utama.

Anom menambahkan, penanaman bakau ini dapat memperbaiki ekosistem pantai secara jangka panjang sehingga mampu mendukung produktivitas kegiatan wisata. Selain itu, inisiatif ini juga menjadi salah satu penunjang kesiapan Lombok sebagai tuan rumah MotoGP dan acara internasional lainnya ke depan.

“Sekali lagi Kami menanam, menjaga, memelihara, serta merawat tanaman bakau demi keberlangsungan Desa Wisata Mertak Kecamatan Pujut dan keindahan alamnya serta mendukung pariwisata NTB yang gemilang,” Pungkasnya.

About Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published.