Home / Beritakini / MotoGP Makin Dekat, Pemilik Lahan Makin Marah! ITDC Nyaris Jadi Bulan-Bulanan

MotoGP Makin Dekat, Pemilik Lahan Makin Marah! ITDC Nyaris Jadi Bulan-Bulanan

BERITAKINI talentafmnews.com – MotoGP 2022 di Indonesia yang disebut Pertamina Grand Prix Of Indonesia makin dekat, hal itu membuat pemilik lahan di Mandalika yang belum dibayar marah, sehingga sebuah insiden pada Jumat 11/3/2022 yang nyaris membuat pihak ITDC jadi bulan-bulan warga terjadi di Hotel GM Kuta Pujut Lombok Tengah NTB.

Juru Bicara (Jubir) Tim Pejuang Lahan Mandalika, M.Samsul Qomar ,sabtu 12/3/2022 kepada Talenta FM menuturkan, Manager Kepala Opersional ITDC, I Made Pariwijaya nyaris menjadi bulan bulanan seorang pemilik lahan di KEK mandalika di GM Hotel.

Peristiwa itu terjadi saat pemilik lahan dan pihak ITDC dipertemukan di GM Hotel untuk berdiskusi. Namun pemilik lahan merasa dinpermainkan oleh itdc yang selama ini berjanji akan menyelesaikan pembayaran tanah sirkuit.

“Itu sebab salah satu pemilik marah besar dan sempat mau menghakimi pak Pariwijaya. Beruntung beliau (I Made Pariwjaya-red) segera diamankan oleh polisi,”tutur M.Samsul Qomar.

Video insiden antara wara pemilik lahan dan I Made Pariwajaya di GM Hotel tersebut, viral di media sosial. Tonton di link youtube Talenta FM berikut:

Terlepas dari peristiwa tersebut, M.Samsul.Qomar beeharap satgas yang sudah dibentuk gubernur bisa bekerja dengans serius.

“Jangan mealah melakukan propaganda dan mencari cara mengelabui masyarakat pemilik lahan,”kata MSQ akronimnya.

Reaksi yang dilakukan pemilik tentu sangat di fahami secara fiskologis, warga sudah bosan dengan tingkah para pemangku BUMN tersebut.

“Untung masih bisa di kendalikan kalau lama lama bisa bentrok beneran ini untuk itu kita minta pemrprov segera ambil alih apa dih bedanya dengan yg sudah di bayar kemarin kan semua sama sama HPL jangan dong ada diskriminasi,” sergahnya.

Pihaknya lanjut MSQ,  tetap akan berjuang sampai kapanpun dan dengan cara cara yg bermartabat , karena Aliansi ini tetap Mendukung moto GP di laksanakan namun hak hak warga pemilik juga harus di selesaikan.

“Ini soal hak dan kewajiban tidak ada urusan soal aksi demo dan lainnya, kita sedang menuntut hak dan pemerintah wajib memenuhinya tidak ada jalan lain ,” pungkasnya.

Dalam aksi prontal pemilik lahan tersebut juga di saksikan oleh Kapolres Loteng dan anggota Polres yang sedang berjaga di sekitaran kuta mandalika.

Sementara itu, salah satu Kuasa Hukum Pemilik Lahan, Jaye Ranti alias Iin menuturkan, pada rabu lalu, pemilik lahan diantarkan maklumat dari kepala kepolisian oleh anggota satgas.

Dan malam harinya, warga sempat melakukan pertemuan dengan anggota Satgas di Puri Rinjani Mandalika dan dirinya melakukan pendampingan.

Saat itu, hadir pula Kapolres Lombok Tengah dan Satgas kembali membawakan surat maklumat dari kepolisian.

“Intinya kami menolak untuk mengijinkan ITDC mempergunakan lahan warga yang belum dibayar,”kata Iin.

Saat itu lanjut Iin, pemilik menyampaikan kalau mereka tidak akan ganggu acara motoGP, dan pihak ITDC juga jangan ganggu lahan mereka dengan mempergunakan lahan mereka yang yang belum dibayar untuk kepentingan bisnis pihak ITDC.

Yang miris lanjut Iin, ITDC ini diduga melakukan provokasi dan propaganda. Dimana saat pagi hari pemilik lahan kebanyakan tidak ada yang jaga laham mereka malah digusur.

“Ini saat warga tak ada di lahan mereka, eh taunya digusur. Setelah pemilik tau, lahan itu mereka pagar lagi seluas lahanya dari mulai magrib kamis malam jumat sampe jam 3 pagi,”urai pengacara muda ini.

Nah pada Jumat 11/3/2022 kemarin lanjut Iin, insiden terjadi di GM Hotel Kuta karena, pihak ITDC ternyata mencabut pagar yang susah-susah dipasang oleh warga semalaman suntuk.

Oleh Satgas dan pemilik lahan,  pihak ITDC kemudian diminta untuk memasang lagi pagar yang telah dicabutnya itu dan ITDC-pun melakukanya.

“Namun pertemuan di GM Hotel itupun buntu, Bupati juga minta Pagar dibuka, malah katanya Mantan Panglima Pak Hadi akan turun langsung katanya untk cabut pagar. Mulailah emosi itu lagi, ITDC datang karna dipanggil Bupati dan akhirnya terjadi insiden yang nyaris membuat pak Pariwijaya jadi bulan-bulanan itu,”tutur Iin.

About Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published.