Home / Beritakini / Pak Umar Menang Sengketa Dengan ITDC, Ancam Gusur Hotel Pullmn

Pak Umar Menang Sengketa Dengan ITDC, Ancam Gusur Hotel Pullmn

BERITAKINI talentafmnews.com.- Mahkamah Agung (MA) RI, telah menunjukkan bahwa kebenaran diatas segala-galanya. Salah seorang warga pemilik lahan di KEK Mandalika, berdasarkan hasil Peninjauan Kembali (PK) dinyatakan menang setelah bersengketa dengan ITDC.

Pendamping Keluarga Pak Umar, H.Zabur SH, rabu 9/2/2022 dalam jumpa pers di Pawon Sasak Praya Lombok Tengah NTB menuturkan, pihak Pak Umar telah menutup ruang negosiasi dengan pihak ITDC. Bisa jadi hal itu akibat derita yang dialaminya sejak tahun 2018 silan, awal kasus tersebut ia gugat ke pengadilan.

“Saat kasasi, Pak Zabur pernah dinyatakan kalah. Dan saat kalah itu, beliau ditangkap polisi karena dikira melakukan tindak pidana. Sungguh luar biasa kedzoliman yang menimpa keluarga kami ini,”tutur H.Zabur.

Dan baru-baru ini lanjut H.Zabur, Pak Umar yang berlalamat di Dusun Rangkap Desa Kuta Kecamatan Pujut Lombok Tengah, telah membuktikan kalau dirinya benar. Lahan seluas lebih dari 9 hektar di KEK Mandalika yang diklaim ITDC adalah benar lahan miliknya secara sah sesuai hukum yang berlaku.

“Pak Umar telah dinyatakan menang sesuai hasil Peninjauan Kembali oleh Mahkamah Agung. Dan tenggat waktu sampai tanggal 17 februari diberikan waktu untuk menyerahkan lahan tersebut secara sukarela,”jelas H.Zabur.

Dalam amar putusan dalam perkara  nomor: 71/Pdt.G/2018/PN Pya twrsebut, MA menyatakan kalau Umar adalah pemilik sah lahan yang rencananya akan dibangun 3 hotel mewah di KEK Mandalika tersebut dan salah satunya yakni Hotel Pullman.

Terkait dengan hal tersebut, pihak PN praya melalui surat nomor: 1/Pdt.Eks/2022/PN.Pya Juncto Perkara Nomor: 71/Pdt.G/2018/PN Pya, menimbang bahwa setelah permohonan pemohon eksekusi diteliti, berdasarkan hukum dan itu patut dikabulkan untuk dilakukan ekseskusi sesuai hukum dan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

“Dalam pertemuan hari ini di PN Praya, klien kami telah menutup diri untuk negosiasi dengan ITDC. Mungkin itu akibat dari kezoliman yang beliau alami bertahun-tahun,”ucap Zabur.

Bila sampai batas pada tanggal 17 nanti pihak ITDC tidak mau menyerahkan lahan itu secara baik-baik, maka pihaknya mengancam akan melakukan penggusuran atas lahan tersebut dengan mekakukan ekseskusi bersama PN Praya.

Sementara itu, Juru Bicara (Jubir) Pejuang Lahan Warga di ITDC Mandalika M.Samsul Qomar S.Sos menyampaikan, fakta tersebut bisa jadi acuan bahwa bisa jadi masih banyak lahan warga yang diklaim ITDC tersebut belum dibayar dan milik sah warga.

“Untuk itu, ITDC jangan merasa benar sendiri bahwa lahan itu lahan HPL miliknya. Mari kita sandingkan data, sehingga bila warga salah maka dengan ihklas lahan itu akan dilepas, sebaliknya juga dengan pihak ITDC harus ikhlas melepas lahan bila kalah,”pungkas MSQ sapaan mantan Jurnalis ini.

 

About Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published.