Home / Beritakini / Pariwisata Melesu, Pemda Perlu Programkan Subsidi Perjalanan Wisata

Pariwisata Melesu, Pemda Perlu Programkan Subsidi Perjalanan Wisata

BERITAKINI talentafmnews.com – Ketika situasi ekonomi memburuk, biasanya institusi-institusi pemerintahan merupakan institusi yang memiliki liquiditas finansial paling sehat. Pun demikian dengan pegawai-pegawai pemerintahan.

Demikian disampaikan Ketua SWIM Lombok, Lalu Alamin selasa 25/5/2021 kepada Radio Talenta Lombok dalam press rilisnya.

Dengan pendapatan utama yang bersumber dari institusi pemerintahan dengan liquiditas finansial yang secara umum lebih sehat, maka individual cashflow para pegawai pemerintah terutama dari sisi cash in akan lebih stabil dibandingkan dengan pegawai swasta.

Beranjak pada asumsi di atas lanjut Lalu Alamin, maka ketika pasar dari sisi demand lesu, maka pemerintah dengan liquiditas finansial yang kuat, dapat dan harus memainkan peran vital dalam mendongkrak sisi demand tadi.

“Langkah pemerintah di sini dapat berupa belanja langsung atau melalui kebijakan-kebijakan berupa subsidi untuk masyarakat umum maupun pegawai pemerintah seperti ASN dan anggota TNI/Polri,”katanya.

Hal ini semakin relevan ketika dalam acara pembukaan Musyawarah Rencana Pembangunan Nasional (Musrenbangnas) 2021 pada tanggal 04 Mei 2021 presiden Jokowi kembali mengingatkan bahwa dalam rangka percepatan pemulihan ekonomi, Pemda harus mempercepat belanja APBD seperti dikutip Koran Merdeka, 04/05/21 lalu.

“Sebagai dampak langsung dari pembatasan lalu lintas manusia selama masa pandemi ini, sektor pariwisata adalah sektor yang paling parah terimbas,”tandas Lalu Alamin.

Tidak dipungkiri bahwa sejauh ini pemerintah telah melakukan berbagai langkah untuk memitigasi dampak kesehatan dan ekonomi di sektor pariwisata seperti penerapan protokol CHSE pada destinasi wisata, hotel dan restoran, dan juga pemberian kartu prakerja khusus bagi pekerja pariwisata.

Namun demikian menurut Lalu Alamin, langkah-langkah di atas baru menyentuh sisi supply saja. Tanpa demand yang kuat, maka supply juga akan mubazir dan pasar akan terus terpuruk. Untuk memperkuat sisi demand, khususnya bagi industri pariwisata di Kabupaten Lombok Tengah, perangkat pemerintah Kabupaten Lombok Tengah (termasuk legislatif, TNI/Polri dan lembaga peradilan) dapat melakukan intervensi baik melalui belanja langsung dipadukan dengan kebijakan subsidi bagi para ASN untuk melakukan perjalanan wisata.

Dalam bentuk belanja langsung imbuh Lalu Alamin, perangkat pemerintah daerah melalui organisasi perangkat daerah masing-masing dapat memberikan program insentif paket perjalanan wisata bagi para pegawainya untuk berkunjung ke obyek dan daya tarik wisata di wilayah Kabupaten Lombok Tengah sendiri, dengan memanfaatkan fasilitas (transportasi, akomodasi, dan restoran) yang juga tersedia di Kabupaten Lombok Tengah.

“Hal-hal teknis mengenai pembiayaan dapat diatur secara berjenjang. Untuk pegawai non-eselon, pemerintah daerah dapat menanggung biaya penuh dan sebagian subsidi, sedangkan untuk pegawai eselon mereka diharuskan membayar sendiri,”terangnya.

Demikian juga dengan pengaturan jadwal dan itinerary bisa dikonsultasikan dengan pelaku pariwisata tempatan untuk memastikan bahwa manfaat program ini terdistribusi secara merata.

Salah satu sisi positif dari pembatasan lalu lintas manusia pada masa pandemi adalah meningkatnya akses informasi secara virtual baik melalui sosial media maupun media-media online lainya.

“Berangkat dari situasi tersebut maka program ini harus dirancang dengan semangat untuk memberdayakan konsumen sebagai marketer. Semua peserta diwajibkan untuk membagikan kegiatannya dalam bentuk tulisan, foto dan cerita di akun grup media sosial masing-masing,”papar pria pegiat wisata ini.

Dengan skema ini lanjut Lalu Alamin, maka belanja pemerintah daerah dari program tersebut tidak bisa semata-mata dilihat sebagai belanja konsumtif namun dapat juga dikategorikan sebagai belanja promosi dan pemasaran.

“Pelaku industri pariwisata diuntungkan dengan adanya demand (konsumen), perangkat pemerintah daerah mendapat keuntungan melalui peningkatan loyalitas dan kinerja para ASN, dan pada saat yang sama ODTW dan produk UMKM kita akan mendapatkan energi promosi yang masif,”tutup Lalu Alamin owner sejumlah hotel dan villa di Kuta Lombok ini.

About Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published.