Home / Peristiwa / Penuh Kritik Kritis Dan “Intrik”, Ini Perjalanan Musorkab KONI Loteng 2021

Penuh Kritik Kritis Dan “Intrik”, Ini Perjalanan Musorkab KONI Loteng 2021

 

BERITAKINI talentafmnews.com Lombok Tengah – Dihadiri 29 pengurus Cabang Olah Raga (Cabor), Msorkab KONI Loteng bisa dibilang sangat berkwalitas karena dipenuhi kritik yang kritis dibarengi dengan intrik memenangkan bakal calon ketum masing-masing.

Musorkab yang digelar pada kamis 25/3/2021 di salah satu Aula Hotel JM Kuta Pujut Lombok Tengah tersebut, diawal dengan acara open ceremonial yang digelar di Mandalika Beach Park Kuta.b

Dalam sambutanya pada Open Ceremonial Musorkab Loteng itu, Ketua KONI NTB, H. Andi Adianto sangat mengapresiasi KONI Loteng yang telah menggelar open ceremonial di lokasi yang luar biasa tersebut.

“Saya sangat apresiasi kegiatan ini. Baru pertama kali di NTB ada Musorkab dibuka ditempat dan acara seperti ini. Saya yakin ini sebagai bentuk keseriusan KONI Loteng untuk memajukan olah raga di Loteng,”ujarnya.

Pada acara open ceremonial tersebut, berbagai atraksi olah raga ditampilkan, dimana acara open ceremonial tersebut disiarkan secara langsung di facebook watch: Radio Talenta Lombok.

Berikut link siaran langsung Open Ceremonial Musorkab KONI Loteng 2021:

https://www.facebook.com/radiotalentafmlombok/videos/457054342110544/

Usai kegiatan open ceremonial di Mandalika Beach Park, seluruh tamu undangan dan peserta Musorkab kemudian diarahkan menuju JM Hotel untuk makan siang dan disanalah Musorkab digelar.

Musorkab KONI Loteng yang dimulai sekitar pukul 14.00 Wita tersebut, sedari awal sudah mulai diwarnai dengan kebisingan dari berbagai interupsi para peserta.

Peserta Musorkab terdiri dari 24 Cabang Olah Raga (Cabor) yang sebelumnya dinyatakan sah sebagai peserta Musorkab oleh Tim Verifikasi yang jauh-jauh hari dibentuk oleh KONI Loteng.

Debat sengit terjadi, mempersoalkan terkait hasil tim verifikasi soal suara sah dan terkait peserta Musorkab yang hanya 24 cabor, sebagian setuju peserta 24  sesuai hasil verifikasi, namun yang lain berpendapat agar 5 cabor yang dinyatakan diskualifikasi tim verifikasi agar diikutkan dalam Musorkab.

Voting akhirnya dilakukan setelah 5 Cabor yang sebelumnya dinyatakan tidak boleh menjadi peserta Musorkab dan tidak diundang, sekitar pukul 15.30 Wita datang ke lokasi Musorkab dan memaksa masuk walau tak diijinkan panitia.

Kedatangan 5 pengurus cabor tak diundang itu, sempat membuat keributan dipintu masuk Loby Hotel JM Kuta yang dijaga ketat oleh pihak panitia seksi keamanan. Pimpinan sidang, akhirnya memutuskan agar 5 Cabor bisa ikut sebagai peserta saja namun tetap tak punya hak suara.

Hasil voting yang diprakarsai oleh Lalu Arif Rahman Hakim, Lalu Chandra Yudistira dan kawan-kawan tersebut ditetapkan bahwa, peserta yang tadinya oleh Tim Verifikasi dinyatakan sah ikut Musorkab hanya 24 Cabor, bertambah 5 Cabor sehingga total peserta Musorkab menjadi 29 Cabor.

“Kalau seperti ini, artinya keputusan Tim Verifikasi yang jauh-jauh hari dibentuk dan itu dilaksanakan sesuai AD/ART kita anulir dan Tim Verifikasi seolah tak berarti,”ujar pimpinan sidang Ir.Yuli Harhari.

Namun demikian lanjut Yuli Harhari dihadapan seluruh peserta sidang Musorkab, dirinya sebagai pimpinan sidang memberikan toleransi hingga mau melaksanakan voting untuk menganulir hasil tim verifikasi.

Sekitar pukul 17.00 Wita, peserta Musorkab yang akhirnya terdiri dari 29 Cabor itu memutuskan bahwa pimpinan sidang sementara yang dipimpin oleh Ir.Yuli Harhari disepakati dan ditetapkan untuk selanjutnya memimpin sidang dengan agenda  pemilihan Ketua Umum KONI Loteng yang digelar usai sholat magrib.

Sekitar pukul 19.00 Wita, sidang Musorkab dilanjutkan dengan agenda pemilihan Ketua Umum KONI loteng yang diawali dengan rapat tata cara penjaringan bakal calon.

Pimpinan Sidang Yuli Harhari, menyampaikan bahwa dalam melakukan penjaringan Bakal Calon (Balon) Ketua KONI dilakukan sesuai Peraturan Organisasi atau (PO) yang telah dirancang dan disepakati oleh pengurus KONI Loteng pada Januari 2021.

Atas hal tersebut, seluruh peserta menyatakan setuju, namun ada salah satu syarat dalam PO yang tidak disetujui oleh salah seorang peserta yang menyatakan bahwa calon Ketua KONI hanya boleh dari unsur Ketua dan Sekretaris pengurus Cabor.

“Saya tetap pada hasil tim verifikasi dan sudah diumumkan di media bahwa syarat untuk menjadi calon adalah dari unsur Ketua, Sekretaris dan Bendahara Cabor, bukan hanya dari unsur Ketua dan Sekretaris saja,”ujar Lalu Chandra Yudistira melakukan interupsi.

Apa yang disampaikan Lalu Chandra Yudistira yang berasal dari Cabor PBVSI tersebut, kemudian ditanggapi oleh Ir.Yuli Harhari selaku pimpinan sidang.

Yuli Harhari menyatakan, bahwa hasil kerja tim verifikasi telah dinyatakan dianulir, sehingga pelaksanaan sidang selanjutnya kembali pada PO KONI Loteng yang menyatakan bahwa yang boleh cadi calon Ketua KONI Loteng adalah dari unsur Ketua dan Sekretaris.

“Kali ini mohon maaf, sesuai dengan keinginan kawan-kawan diawal, bahwa hasil kerja tim verifikasi dianulir maka kita tetap tegas melaksanakan penjaringan bakal calon ketua berdasar PO. Saya tidak mau berlaku standar ganda disini, saat menguntungkan sebelah pihak acuanya hasil tim verifikasi, saat untungkan yang lain pakai PO. Jadi silahlan sidang saya skor 15 menit untuk menentukan bakal calon anda, silahkan lobi-lobi,”tegas Yuli Harhari sembari ketok palu sekor sidang 15 menit.

Setelah sekitar 30 menit, sidang kemudian dilanjutkan lagi. 29 peserta sidang kembali masuk ruang sidang, namun Lalu Chandra Yudistira dan kawan-kawan tetap menyatakan agar penjaringan sesuai hasil tim verifikasi. Pimpinan sidang tetap tegas sesuai PO.

Inilah yang kemudian sebabkan belasan Cabor termasuk Lalu Chandra Yudistira dan kawan-kawan menyatakan Walk Out dari sidang Musorkab.

Meski ada aksi walk out pimpinan sidang tetap melanjutkan sidang dengan agenda pleno penyampaian bakal calon oleh pemilik suara sah. Dan ternyata hanya 1 bakal calon yang maju dalam Musorkab yakni M.Samsul Qomar S.Sos dengan dukungan 14 cabor pemilik suara sah.

Pimpinan sidang kemudian mengumumkan hal tersebut setelah melakukan verifikasi dan validasi dukungan sebagai calon ketua tersebut dan menyatakan bahwa dukungan tertulis dan ditandatangani oleh ketua 14 Cabor menyatakan dukungan kepada M.Samsul Qomar sebagai ketua KONI Loteng.

Sementara 3 Cabor lainya, bersama-sama dengan 14 Cabor yang mendukung M.Samsul Qomar jadi bakal calon, mendukung M.Samsul Qomar terpilih secara aklamasi, sehingga total dukungan M.Samsul Qomar sebagai Ketua KONI menjadi 17 suara sah.

“Karena hanya satu calon yang berminat dan mendaftarkan diri sebagai ketua KONI maka kami nyatakan secara aklamasi saudara M Samsul Qomar sebagai ketua Umum KONI Lombok Tengah periode 2021-2025 , ujar Ir Yuli harhari Pimpinan sidang seraya mengetuk palunya.

Rapat yang berlangsung sejak siang hingga tengah malam tersebut juga langsung menetapkan 5 anggota Formatur yakni Ketua terpilih M samsul Qomar, L Ramdan, Sudirman, L Firmansyah, L Mukmin Jahar dan Ir Yuli Harhari.

Musorkab yang di hadiri 29 pemilik suara tersebut secara 17 suara menyatakan memilih MSQ (saapaan akrabnya-red) secara tertulis.

Meski ada aksi walk out pimpinan sidang nyatakan tetap melanjutkan pleno karena dianggap sudah memenuhi semua unsur dan di tuangkan dalam berita acara.

Sementara itu ketua terpilih MSQ mengatakan bahwa proses dan dinamisasi dalam sebuah pemilihan adalah hal biasa.

“ semua biasa ada perbedaan ada persamaan itulah dinamika dmeokrasi tapi inilah jalan menuju kemajuan,” ujarnya.

Dia menyampaikan terimakasih atas kepercayaan mengban amanah yang berat ini, dia menginginkan semua pihak bisa berkolaborasi dan bersama sama memajukan olahraga untuk kepentingan lombok tengah.

“Musorkab sudah usai mari kita kembali berkumpul dan bersama berjuang dalam bidang prestasi ini, kepengurusan yang akan di bentuk akan betul betul baru dan fresh sesuai komitmen awal. Kita akan menjadikan pengurus koni yang baru dan fokus dalam bidang olahraga bukan hanya gagah gagahan ada namanya tapi orangnya tidak serius “ tegasnya.

Dilain itu, adanya pihak yang kecewa menurutnya hal yang biasa karena manusia tidak luput dari rasa kecewa.

“ saya akan mengajak kawan kawan yang lain untuk bersatu kembali, pak hatibi pak candra dna yang lainnya adalah aset daerah kita akan rangkul dan ajak memajukan olahraga karena niatan kita bersama adalah kemajuan olahraga semata bukan niatan yang lain, “ jelasnya.

Sehingga, pihaknya meminta formatur segera menghubungi cabor cabor yang lain untuk di akomodir dalam waktu 2-3 hari ke depan Formatur akan menyerahkan usulan kepengurusannya ke KONI Provinsi.

” InsyaAlloh setelah fix semua kita serahkan hasilnya, dan saya yakin provinsi akan mengesahkan kepengurusan koni Loteng dalam waktu dekat” tutupnya.

About Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published.