Home / Beritakini / Peristiwa Dugaan Penculikan Di Puyung, Ternyata Hanya Cerita Bohong Anak Yang Ngaku Diculik

Peristiwa Dugaan Penculikan Di Puyung, Ternyata Hanya Cerita Bohong Anak Yang Ngaku Diculik

BERITAKINI talentafmnews.com – Peristiwa dugaan penculikan anak di Desa Puyung Kecamatan Jonggat Lombok Tengah NTB, ternyata hanya cerita bohong si anak yang mengaku diculik.

Sebelumnya, atas adanya informasi peristiwa penculikan tersebut, tim Radio Talenta Lombok langsung menuju Tempak Kejadian Perkara (TKP)  pada Sabtu 22/5/2021. Bahkan tim sempat bertanya langsung kepada MWFH yang menceritakan kepada ibunya kalau dia mengalami percobaan penculikan.

Tim dari Radio Tenta Lombom kemudian bertemu dengan sejumlah anggota Mapolsek Jonggat di TKP yang sabtu malam, langsung melakukan olah TKP sesuai pengakuan si anak yang diculik tersebut.

Atas peristiwa tersebut, Sat Reskrim Polres Lombok Tengah kemudian pada Minggu 23/5/2021, memeriksa MWFH secara intens di ruang PPA Sat Reskrim Polres Lombok Tengah. Dan disinilah MWFH mengaku kalau dirinya sesungguhnya tidak pernah diculik sebagaimana pengakuanya pada ibunya yang kemudian beredar di media sosial facebook.

Kapolres Lombok Tengah, AKBP Esty Setyo Nugroho, SIK melalui Kasat Reskrim AKP I Putu Agus Permana, SIK mengungkapkan, beberapa hari ini media sosial facebook dihebohkan dengan kabar penculikan seorang anak.

Atas informasi tersebut, jajaran Sat Reskrim Polres Lombok Tengah kemudian melakukan penelusuran dan memintai keterangan orang tua anak itu.

“Anak tersebut ternyata bukan korban penculikan, dia (Muhammad Winki Farel Hidayat) hanya tidak mau kembali sekolah di Pondok Pesantren,” jelas Kasat Reskrim.

Saat pemeriksaan yang langsung didampingi ibu kandungnya, Muhamad Winki Farel Hidayat mengaku bahwa kabar dirinya diculik adalah kebohongan belaka.

“Sepertinya anak itu keenakan liburan di rumah sehingga enggan balik lagi ke Pondok Pesantren tempatnya disekolahkan oleh kedua orangtuanya,” ujar Kasat Reskrim.

Karena itu, Kasat Reskrim menyarankan masyarakat agar lebih bijak lagi bermedia sosial agar terhindar dari informasi bohong (hoaks). Teliti terlebih dahulu jika ada postingan yang ingin dibagikan, serta jangan terlalu cepat percaya dengan informasi yang beredar di media sosial.

“Jangan sembarangan membuat postingan di media sosial. Sebab, unggahan kita itu akan dibaca oleh ribuan bahkan jutaan warga media sosial. Jangan ikut-ikutan membagikan sebuah status yang belum kita ketahui kebenarannya,” pesan Kasat Reskrim didampingi Kanit PPA Aipda Pipin Setyaningrum.

Namun demikian sisi lain diharapkan peran orang tua dalam meningkatkan pengawasan terhadap anak-anaknya guna menghindari hal tersebut maupun kenalan remaja lainnya seperti kebut-kebutan dijalan, terlibat penyalahgunaan narkoba dan perkelahian, pungkasnya.

About Redaksi

Check Also

Masyarakat Mulai Tindak Lanjuti Hearing Kasta NTB Terkait Pengelolaan Hortipark

BERITAKINI talentafmnews.com – Hearing Kasta NTB terkait pengelolaan lahan Hortikultura Park (Hortipark) di Desa Karang …

Leave a Reply

Your email address will not be published.